- Pemkot Makassar gelar pasar murah keliling menggunakan mobil pangan untuk menjaga stabilitas harga jelang Idul Fitri 2026.
- Program ini dimulai 11 Maret dan berlangsung sepuluh hari terakhir Ramadan, menggandeng Perum Bulog sebagai pemasok.
- Tujuannya menstabilkan harga komoditas penting seperti beras dan minyak agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok terjangkau.
Harga Sembako Lebih Terjangkau
Dalam operasi pasar tersebut, beberapa komoditas disediakan dengan harga lebih terjangkau, antara lain:
Beras SPHP sekitar Rp55.000–Rp58.000 per kemasan
Minyak goreng merek Minyak Kita Rp15.000 per liter
Gula pasir Rp17.500 per kilogram
Munafri menyebutkan setiap hari pemerintah kota menargetkan pembukaan sekitar delapan hingga sembilan titik pasar murah di sejumlah wilayah kecamatan.
“Setiap hari akan ada sekitar tujuh sampai delapan titik yang kita buka untuk merespons kondisi pasar, supaya rantai pasokan tetap stabil dan harga eceran di masyarakat tidak melonjak,” tegasnya.
Semua Kecamatan Diminta Bersiap
Munafri yang akrab disapa Appi menambahkan, seluruh kecamatan di Makassar telah diminta bersiaga untuk menyiapkan lokasi pelaksanaan pasar murah.
Baca Juga: Zakat Fitrah dan Fidyah di Makassar 2026: Besaran, Cara Membayar, dan Penjelasannya
Meski demikian, kegiatan akan dilakukan secara bergiliran karena keterbatasan distribusi.
“Semua kecamatan sudah diminta standby. Pihak kecamatan menyiapkan lokasi, sementara Dinas Perindag dan Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan bahan kebutuhan pokok yang akan dibawa ke lokasi,” jelasnya.
Ia menegaskan, kehadiran pemerintah melalui pasar murah menjadi penting untuk menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan bahan pangan menjelang hari raya.
“Biasanya di akhir Ramadan harga mulai naik. Karena itu pemerintah harus hadir memberi solusi agar masyarakat masih bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Perempuan Berdaya, BRILink Mekaar Dorong Ekonomi Kerakyatan dari Desa
-
BRI Optimistis Miliki Ruang Cukup untuk Dorong Ekspansi Kredit secara Selektif
-
Jaga Ketahanan Pangan Nasional, DPR RI Siap 'Suntik' Dana untuk Badan Karantina Indonesia
-
Semua Siswa Ubah Kartu Keluarga Daftar SMA Sudah Terdeteksi, Disdik Sulsel: Langsung Ditolak!
-
Waspada! Pengiriman Hewan Kurban Antarpulau Melonjak, Karantina Diperketat