- SDN 26 Paguyaman di Boalemo diperbaiki melalui program Revitalisasi Kemendikdasmen berkat pengajuan Dapodik.
- Perbaikan fasilitas mencakup lima area utama sekolah, termasuk tiga ruang kelas, administrasi, dan toilet demi kenyamanan belajar.
- Proses pembangunan melibatkan masyarakat sekitar sebagai pekerja dan mitra pengadaan, memberikan dampak positif lokal signifikan.
SuaraSulsel.id - Atap ruang kelas SDN 26 Paguyaman di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, tak lagi bocor. Siswa-siswi dapat belajar dengan tenang saat hujan.
Perbaikan sekolah dapat dijalankan berkat program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Sekolah SDN 26 Paguyaman, Herni, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah yang telah merespons keluhan para guru dan siswa terkait kebutuhan bangunan sekolah yang lebih layak dan nyaman untuk proses belajar mengajar.
“Terima kasih kepada pemerintah, terutama Bapak Presiden dan Bapak Menteri yang sudah merespons apa yang sudah kami sampaikan melalui Dapodik,” kata Herni.
Proses revitalisasi di SDN 26 Paguyaman bermula dari pengajuan yang dilakukan pihak sekolah melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Kepala sekolah bersama jajaran guru menyampaikan permohonan perbaikan fasilitas sekolah yang dinilai tidak memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Permohonan tersebut direspons positif dengan cakupan perbaikan lima fasilitas utama sekolah, yakni tiga ruang kelas, satu ruang administrasi, serta satu bangunan toilet.
“Dulunya sebelum menerima revitalisasi, siswa belajar di ruang kelas yang rusak, bocor, dan sering basah saat hujan,” kata Herni.
“Namun alhamdulillah dengan kondisi sekarang, kami sudah akan merasakan manfaatnya. Siswa bisa belajar dengan lebih baik, dan para guru juga merasa lebih nyaman. Bagi kami ini sudah sangat bermanfaat,” lanjutnya.
Baca Juga: Tradisi Malam Qunut di Gorontalo: Pisang dan Kacang Jadi Rezeki Nomplok Pedagang
Sejak dimulai pada Agustus 2025, proses pembangunan terus berjalan. Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah tantangan di lapangan.
Terutama terkait ketersediaan material bangunan serta kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan sehingga memengaruhi kecepatan pekerjaan.
Pelaksanaan program ini pun memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar sekolah. Herni mengatakan, proses pengerjaan dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat.
Tenaga kerja yang direkrut berasal dari lingkungan sekitar sekolah, sementara pengadaan kebutuhan pembangunan serta pengelolaan administrasi turut melibatkan masyarakat dan tokoh masyarakat setempat.
“Ini memang sangat bagus dan sangat membantu kami. Kami berharap untuk tahun-tahun ke depan, Insyaallah program ini masih berkelanjutan,” Herni mengungkapkan.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar