- Puluhan warga memprotes proyek pembangunan Stadion Sudiang, Makassar pada 23 April 2026 karena masalah pembebasan lahan belum tuntas.
- Warga menuntut pembayaran ganti rugi lahan sesuai putusan hukum tetap agar akses masuk proyek tidak ditutup paksa.
- Aksi tersebut mengganggu kenyamanan pekerja di tengah progres pembangunan fisik stadion yang telah mencapai angka 6,01 persen.
SuaraSulsel.id - Aktivitas pembangunan Stadion Sudiang di Makassar sempat terganggu setelah puluhan warga mendatangi area proyek, Kamis, 23 April 2026.
Mereka memprotes proses pembebasan lahan yang disebut belum tuntas bahkan mengancam akan menutup akses masuk bagi pekerja.
Sejumlah warga terlihat membentangkan spanduk di sekitar lokasi proyek. Dalam tuntutannya, mereka meminta pemerintah segera membayarkan ganti rugi lahan berdasarkan putusan hukum yang telah berkekuatan tetap (inkracht).
"Kepada Gubernur Sulawesi Selatan, tolong bantu untuk dibayarkan hak kami berdasarkan putusan yang sudah inkracht sesuai putusan kasasi nomor 1787/K/PID/2011," demikian isi spanduk yang dibawa warga.
Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulawesi Selatan, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan membenarkan adanya aksi tersebut.
Ia menyebut kehadiran warga sempat membuat suasana kerja di lapangan tidak kondusif.
"Informasi dari pekerja di lapangan mereka (massa) terpantau memaksa masuk ke dalam area proyek. Saat ini sedang ditangani oleh tim keamanan dan humas kami," ujar Iwan.
Ia mengatakan warga yang datang mengklaim sebagai pemilik lahan yang proses pembebasannya belum selesai. Kondisi itu berdampak langsung terhadap kenyamanan para pekerja di lokasi.
"Kami jadi tidak tenang bekerja karena ada ancaman akan menutup akses kerja," tambahnya.
Baca Juga: Stadion Sudiang Siap Berdiri! Intip Megahnya Calon Kandang Baru Kebanggaan Sulsel
Padahal, di saat bersamaan, progres pembangunan stadion tengah memasuki tahap krusial. Ratusan pekerja terlihat melakukan aktivitas konstruksi di berbagai titik, mulai dari pengerjaan struktur utama hingga penataan fasilitas pendukung.
Sejumlah pekerja tampak fokus pada pembangunan pondasi tribun stadion. Sementara sebagian lainnya menyelesaikan bangunan pendukung seperti ruang administrasi dan fasilitas pekerja.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan, Suherman mengatakan pembangunan Stadion Sudiang saat ini telah memasuki tahap konstruksi fisik. Pekerjaan tidak lagi berada pada fase persiapan, melainkan sudah berjalan pada pembangunan struktur dasar.
"Progresnya sudah mencapai 6,01 persen per Kamis ini. Pekerjaan sudah masuk ke pembangunan pondasi tribun," ujar Suherman, Kamis, 23 April 2026.
Ia menjelaskan proyek ini merupakan salah satu pembangunan strategis yang ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2027 melalui skema pembiayaan multiyears.
Meski progres fisik terus berjalan, Suherman mengakui masih ada persoalan yang harus diselesaikan, khususnya terkait pembebasan lahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bawa Bubur Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bangun Usaha Bersama Dukungan BRI
-
Antrean BBM Makin Panjang, Wali Kota Makassar Datangi Pertamina: Tolong Cari Jalan Keluar!
-
Antrean Panjang BBM di Bone Picu Keributan: Adu Jotos, Ada yang Bawa Badik
-
Antre 7 Jam Demi Pertalite, Ojol di Makassar: Kami Butuh, Bukan Panic Buying
-
Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring