- Penyaluran pinjol terdaftar OJK diprediksi naik 30% menjelang Lebaran 2026 didorong kebutuhan konsumsi dan modal UMKM.
- OJK gencar mendorong literasi keuangan masyarakat, terutama kalangan muda, agar bijak dalam memahami skema pinjaman digital.
- Industri fintech lending diproyeksikan tumbuh positif didukung digitalisasi, walau risiko kredit macet (TWP90) juga meningkat.
SuaraSulsel.id - Penyaluran pinjaman online (pinjol) atau fintech peer-to-peer (P2P) lending yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diproyeksikan meningkat signifikan selama Ramadan hingga menjelang Lebaran 2026.
Lonjakan tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat sekaligus tambahan modal usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Mochammad Muchlasin mengatakan tren kenaikan penyaluran pembiayaan digital memang hampir selalu terjadi setiap memasuki bulan puasa.
Menurutnya, berdasarkan pola pada tahun-tahun sebelumnya, penyaluran pembiayaan melalui platform fintech lending diperkirakan meningkat hingga sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Fintech kita naiknya tinggi. Ada kenaikan sekitar 30 persen dibanding tahun lalu karena tingkat kebutuhan masyarakat juga meningkat, terutama saat Ramadan dan menjelang Lebaran," kata Muchlasin, Selasa, 10 Maret 2026.
Meski demikian, OJK belum dapat memastikan angka pasti kenaikan tersebut. Data final biasanya baru dapat dihimpun setelah momentum Ramadan dan Lebaran berakhir.
"Untuk angka pastinya baru bisa diketahui setelah momen tersebut selesai. Saat ini kami lebih fokus pada upaya preventif kepada masyarakat sebagai pengguna layanan pinjaman online," ujarnya.
Muchlasin menjelaskan saat ini pengguna pinjol didominasi oleh kalangan muda.
Oleh karena itu, OJK terus mendorong literasi keuangan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan layanan pembiayaan digital tersebut.
Baca Juga: Jangan Sampai Mudik Berantakan! Ini 5 Ceklis Wajib dari Polisi Sebelum Anda Tarik Gas
Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami skema biaya dan tenor pinjaman sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
"Kadang orang melihat pinjam Rp10 juta lalu mengembalikan sekitar Rp11 juta dan menganggap bunganya hanya sekitar 10 persen sehingga terlihat lebih murah dari kredit lain. Padahal perlu dilihat juga berapa lama tenornya dan bagaimana skema pembayarannya," jelasnya.
Menurut Muchlasin, nominal tambahan yang terlihat kecil bisa menjadi beban jika masa pinjaman cukup panjang dan kemampuan membayar tidak diperhitungkan dengan matang.
Karena itu, OJK terus menekankan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat memahami kewajiban pembayaran sebelum mengambil pinjaman.
"Kami mendorong masyarakat agar menggunakan pinjol secara bijak dan sesuai kebutuhan. Jika suatu saat terjadi kesulitan pembayaran, setidaknya pengguna sudah memahami risiko yang ada," katanya.
Secara nasional, OJK juga memproyeksikan industri fintech lending akan terus mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan
-
Pesan Terakhir Hasbiah Sebelum Virgo Transport 8 Tenggelam: 'Jaga Cucu-Cucuta'
-
Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora, Tegaskan Dukungan untuk Olahraga
-
Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang