- Kerusakan jalan nasional di Sulsel, termasuk Makassar-Maros dan Barru, menjadi perhatian menjelang Lebaran 2026.
- BBPJN menargetkan penutupan semua lubang jalan pada 10 Maret 2026, meski terhambat cuaca ekstrem dan truk ODOL.
- Pemprov Sulsel memprediksi 5 hingga 6,1 juta pemudik dan menyiapkan posko serta program mudik gratis untuk mengantisipasi.
"Cuaca ekstrem ini bisa mempercepat kerusakan jalan dan memunculkan lubang-lubang baru," katanya.
Selain faktor cuaca, kerusakan jalan juga dipicu oleh banyaknya kendaraan dengan muatan berlebih yang melintas di jalur tersebut.
Data dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) menunjukkan rata-rata sekitar 300 truk dengan kondisi over dimension over load (ODOL) melintas setiap hari.
Kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih tersebut mempercepat kerusakan jalan, terutama di jalur yang menjadi lintasan utama kendaraan logistik.
"Ini kombinasi antara cuaca ekstrem dan kendaraan berat yang menyebabkan lubang-lubang baru muncul," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat selama arus mudik, BBPJN Sulsel juga menyiapkan 17 posko di sepanjang ruas jalan nasional.
Posko tersebut dilengkapi material penutup lubang sementara, kendaraan operasional, hingga alat berat.
Sebanyak 67 unit alat berat seperti ekskavator, motor grader, dan dump truck juga disiagakan di sepanjang jalur nasional untuk menangani potensi longsor atau kerusakan jalan mendadak.
Selain itu, tim juga menyiapkan material tambalan cepat seperti aspal dingin untuk menutup lubang yang muncul secara tiba-tiba selama masa mudik.
Baca Juga: Waspada Jebakan Cinta Maya! Perempuan di Makassar Kehilangan Motor Setelah Bertemu Teman di Tiktok
Meski demikian, Indra mengakui daya tahan aspal dingin tidak sekuat aspal hotmix, terutama jika digunakan saat kondisi hujan deras dan dilintasi kendaraan berat.
"Kalau kondisi darurat tetap kita tutup dengan tambalan cepat agar jalan tetap fungsional dilalui pemudik," sebutnya.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyebut Pemprov memprediksi kenaikan pergerakan mudik hingga 20 persen dibanding 2025 yang mencapai 4,5 juta orang.
Tahun ini jumlahnya diperkirakan berada di kisaran 5 juta hingga 6,1 juta orang.
Dari total tersebut, sekitar 3,9 juta orang diproyeksikan melalui jalur darat, 1,6 juta lewat udara, dan 385 ribu melalui jalur laut.
Adapun proyeksi kendaraan yang bergerak mencapai 4,5 juta sepeda motor dan 634 ribu mobil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso