- Jusuf Kalla bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (11/6) untuk membahas investasi energi hijau.
- Investasi senilai Rp60-70 triliun disiapkan untuk membangun infrastruktur PLTA dan PLTG guna meningkatkan kapasitas energi nasional.
- Pembangunan infrastruktur energi tersebut bertujuan menopang target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen melalui ketersediaan energi berkelanjutan.
SuaraSulsel.id - Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, membahas investasi sebesar Rp60-70 triliun untuk pengembangan energi hijau.
Ia mengaku berdiskusi cukup panjang dengan Presiden Prabowo yang difokuskan pada peningkatan kapasitas energi nasional sebagai bagian dari agenda mewujudkan swasembada energi.
"Kita bicara investasi kira-kira Rp60-Rp70 triliun," ujar JK memberikan keterangan media seusai bertemu dengan Presiden Prabowo, Kamis (11/6).
Saat ini Kalla Group telah membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas sekitar 1.500 megawatt (MW) dan siap melanjutkan pembangunan tambahan sebesar 2.000 MW, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).
JK mengatakan bahwa pihaknya siap untuk mendukung pengembangan proyek energi bersih.
Ia menyebut telah memiliki lokasi dan desain apabila pemerintah ingin membangun PLTA dan PLTG.
Lebih lanjut, ia menyampaikan kebutuhan energi akan terus meningkat seiring target pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah.
Karena itu, pembangunan infrastruktur energi dinilai menjadi faktor kunci dalam mendukung aktivitas industri dan ekonomi.
"Jadi karena kita melihat bahwa untuk pertumbuhan ke negara 5-6 persen, bahkan sampai 8 persen, itu butuh energi luar biasa banyaknya. Karena itu, tanpa energi itu, kita akan sulit untuk meningkatkan itu," jelasnya.
Baca Juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo 923 Kilogram Disembelih di Makassar
Ia menambahkan, Presiden Prabowo menyetujui langkah percepatan pembangunan energi nasional, terutama energi hijau atau green energy, sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar
-
Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?