Muhammad Yunus
Kamis, 11 Juni 2026 | 16:59 WIB
Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) memberikan keterangan media usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Jusuf Kalla bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (11/6) untuk membahas investasi energi hijau.
  • Investasi senilai Rp60-70 triliun disiapkan untuk membangun infrastruktur PLTA dan PLTG guna meningkatkan kapasitas energi nasional.
  • Pembangunan infrastruktur energi tersebut bertujuan menopang target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen melalui ketersediaan energi berkelanjutan.

SuaraSulsel.id - Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, membahas investasi sebesar Rp60-70 triliun untuk pengembangan energi hijau.

Ia mengaku berdiskusi cukup panjang dengan Presiden Prabowo yang difokuskan pada peningkatan kapasitas energi nasional sebagai bagian dari agenda mewujudkan swasembada energi.

"Kita bicara investasi kira-kira Rp60-Rp70 triliun," ujar JK memberikan keterangan media seusai bertemu dengan Presiden Prabowo, Kamis (11/6).

Saat ini Kalla Group telah membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas sekitar 1.500 megawatt (MW) dan siap melanjutkan pembangunan tambahan sebesar 2.000 MW, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).

JK mengatakan bahwa pihaknya siap untuk mendukung pengembangan proyek energi bersih.

Ia menyebut telah memiliki lokasi dan desain apabila pemerintah ingin membangun PLTA dan PLTG.

Lebih lanjut, ia menyampaikan kebutuhan energi akan terus meningkat seiring target pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah.

Karena itu, pembangunan infrastruktur energi dinilai menjadi faktor kunci dalam mendukung aktivitas industri dan ekonomi.

"Jadi karena kita melihat bahwa untuk pertumbuhan ke negara 5-6 persen, bahkan sampai 8 persen, itu butuh energi luar biasa banyaknya. Karena itu, tanpa energi itu, kita akan sulit untuk meningkatkan itu," jelasnya.

Baca Juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo 923 Kilogram Disembelih di Makassar

Ia menambahkan, Presiden Prabowo menyetujui langkah percepatan pembangunan energi nasional, terutama energi hijau atau green energy, sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Load More