- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin harga Pertalite (BBM bersubsidi) tidak akan naik hingga hari raya.
- Penjaminan ini disampaikan meskipun harga minyak dunia jenis Brent telah mencapai 118 dolar AS per barel.
- Bahlil memastikan pasokan BBM terjamin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode puasa dan Idul Fitri.
SuaraSulsel.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik.
Meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
“Sekali lagi saya pastikan, sampai dengan hari raya ini insyaallah enggak ada kenaikan harga BBM subsidi. Untuk subsidi,” ujar Bahlil ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (9/3).
Lebih lanjut, Bahlil juga kembali menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu ‘panic buying’.
“Pasokan enggak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idul Fitri semuanya terjamin, nggak ada masalah,” ucap Bahlil.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang sejauh ini dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat tinggi militer.
Baca Juga: Jusuf Kalla Khawatir Kelangkaan BBM di Indonesia Akibat Perang AS - Iran
Iran telah membalas dengan rentetan serangan besar-besaran yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh kawasan, serta beberapa kota di Israel. Serangan tersebut terus meningkat.
Pada Minggu (8/3), AS dan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan sekitarnya.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas penyimpanan, termasuk Depo Minyak Shahran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Korupsi Bibit Nanas: Dua Pejabat Pemprov Sulsel Ikut Ditahan Bersama Bahtiar Baharuddin
-
Pemprov Sulsel Dukung Pembatasan Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
PSM Makassar Tunjuk Zulkifli Syukur, Bagaimana Nasib Tomas Trucha?
-
Kisah Yusuf, Warga Toraja Ditemukan Hidup Setelah Hampir 3 Hari Terperangkap di Kapal Karam