Muhammad Yunus
Senin, 15 Juni 2026 | 18:04 WIB
Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen saat mengunjungi tempat pengungsian masyarakat yang terdampak peristiwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (13/6) [Suara.com/ANTARA/HO-Pemprov Papua]
Baca 10 detik
  • Pemprov Papua menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak ledakan bom Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor.
  • Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial tersebut meliputi beras, gula pasir, mi instan, serta minyak goreng.
  • Pemberian bantuan bertujuan memenuhi kebutuhan pokok dan mendukung pemulihan aktivitas masyarakat setelah musibah ledakan terjadi pada Sabtu.

SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak peristiwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.

Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen di Jayapura, mengatakan bantuan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang sedang menghadapi masa pemulihan pascakejadian.

"Pada Sabtu (13/6), kami melakukan kunjungan ke warga yang terdampak peristiwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, dimana Pemprov Papua melihat langsung kondisi tersebut agar dilakukan langkah-langkah selanjutnya," katanya, Senin 15 Juni 2026.

Menurut Aryoko, bantuan yang diberikan terdiri atas 60 karung beras ukuran 10 kilogram, 90 kilogram gula pasir, 60 karton mi instan, serta 90 liter minyak goreng.

"Seluruh bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua dan diterima oleh perwakilan masyarakat terdampak," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya menyampaikan rasa duka cita atas peristiwa yang menimpa warga Biak Numfor dan berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi situasi tersebut.

"Kami juga bakal terus memastikan kebutuhan dasar warga menjadi perhatian utama agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap," katanya.

Dia menambahkan untuk itu pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan moril maupun material kepada masyarakat yang terkena musibah, sehingga bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga selama proses pemulihan berlangsung.

“Pemerintah Provinsi Papua akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat menghadapi situasi darurat dan bencana. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya.

Baca Juga: Tim Jibom Masih Temukan 8 Bom Sisa Perang Dunia II di Biak

Load More