- Pemprov Papua menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak ledakan bom Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor.
- Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial tersebut meliputi beras, gula pasir, mi instan, serta minyak goreng.
- Pemberian bantuan bertujuan memenuhi kebutuhan pokok dan mendukung pemulihan aktivitas masyarakat setelah musibah ledakan terjadi pada Sabtu.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak peristiwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.
Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen di Jayapura, mengatakan bantuan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang sedang menghadapi masa pemulihan pascakejadian.
"Pada Sabtu (13/6), kami melakukan kunjungan ke warga yang terdampak peristiwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, dimana Pemprov Papua melihat langsung kondisi tersebut agar dilakukan langkah-langkah selanjutnya," katanya, Senin 15 Juni 2026.
Menurut Aryoko, bantuan yang diberikan terdiri atas 60 karung beras ukuran 10 kilogram, 90 kilogram gula pasir, 60 karton mi instan, serta 90 liter minyak goreng.
"Seluruh bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua dan diterima oleh perwakilan masyarakat terdampak," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya menyampaikan rasa duka cita atas peristiwa yang menimpa warga Biak Numfor dan berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi situasi tersebut.
"Kami juga bakal terus memastikan kebutuhan dasar warga menjadi perhatian utama agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap," katanya.
Dia menambahkan untuk itu pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan moril maupun material kepada masyarakat yang terkena musibah, sehingga bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga selama proses pemulihan berlangsung.
“Pemerintah Provinsi Papua akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat menghadapi situasi darurat dan bencana. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya.
Baca Juga: Tim Jibom Masih Temukan 8 Bom Sisa Perang Dunia II di Biak
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif
-
Cakar Kurir Paket, Istri Nelayan Akhirnya Bebas dari Penjara
-
Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata
-
Universitas Muhammadiyah Ungkap Alasan Pecat Dosen Mengaku Tegur Mahasiswi Berpakaian Ketat
-
Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal