- Tim DVI Polda Papua melakukan pemeriksaan antemorten dan DNA guna mengidentifikasi potongan tubuh korban bom Biak pada Minggu (31/5).
- Ledakan bom sisa Perang Dunia II di Jalan Wolter Monginsidi tersebut menyebabkan enam warga meninggal dan tiga orang hilang.
- Proses sterilisasi lokasi kejadian oleh tim Gegana Brimob Polda Papua saat ini masih terkendala kondisi cuaca air pasang laut.
SuaraSulsel.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan secara antemorten untuk mengungkap identitas korban bom Biak yang terjadi pada Minggu (31/5).
"Pemeriksaan antemorten dilakukan untuk mencocokkan ciri dari korban sebelum insiden yang dicocokkan dengan temuan di TKP. Selain itu keluarga korban juga sudah diambil sampel darahnya untuk diperiksa lebih lanjut," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan di Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (6/6).
Kapolres Biak yang dihubungi dari Jayapura mengatakan pemeriksaan DNA itu dilakukan untuk mencocokkan dengan potongan tubuh manusia yang ditemukan di sekitar tempa kejadian perkara (TKP).
Menurut dia, pemeriksaan DNA itu dilakukan karena hingga saat ini ada tiga warga yang dinyatakan hilang dalam insiden yang merenggut nyawa enam warga.
"Mudah-mudahan dengan dilaksanakannya pemeriksaan, baik melalui antemorten maupun DNA dapat diketahui identitas dari potongan bagian tubuh yang ditemukan di sekitar TKP," ujarnya.
Peristiwa meledaknya bom peninggalan perang dunia (PD) II di komplek perikanan yang berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi Biak itu menyebabkan enam orang meninggal dan tiga warga dilaporkan hilang.
Enam warga yang menjadi korban meledaknya bom di Biak yaitu Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba(25), Israel Raubaba (7), Isril Raubaba (5) dan Mina Puadi (51).
Sedangkan tiga warga yang masih dinyatakan hilang adalah Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45) dan Abis Marandof (27).
Kendala Cuaca
Baca Juga: Terungkap! 6 Tokoh Kekerasan Dunia yang Jadi "Idola" Pelaku Bom di SMAN 72 Jakarta
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan, sterilisasi tempat kejadian perkara (TKP) bom yang meledak di Biak, Papua, hingga mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan tiga warga dilaporkan hilang, masih terkendala cuaca.
Faktor cuaca mempengaruhi pelaksanaan sterilisasi yang dilakukan tim penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Papu, sehingga kini penyelesaiannya baru 75 persen.
"Sterilisasi terkendala cuaca seperti trjadi hari ini Jumat (5/6), air laut mengalami pasang hingga pukul 15.00 WIT sehingga tidak bisa dilakukan maksimal," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan.
Kapolres mengatakan, setelah air laut surut, tim jibom akan melakukan pembersihan di sekitar TKP meledaknya bom yang menewaskan enam orang.
Pembersihan terus dilakukan mengingat di sekitar TKP hingga kini belum tersentuh.
"Bila sudah dinyatakan bersih maka pencarian akan dilakukan di sekitar TKP yang masuk kategori ring 1," kata Ari Trestiawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
-
Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar
-
Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa