Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin [SuaraSulsel.id/Humas Pemkot Makassar]
Baca 10 detik
- Maraknya aksi tembak-tembakan senjata mainan di Makassar selama Ramadan menimbulkan kekhawatiran publik.
- Wali Kota Makassar, meminta penanganan serius karena aktivitas tersebut mengganggu ketertiban umum.
- Aksi melibatkan pelajar sering terjadi saat malam hari, berpotensi melukai dan memicu keresahan warga.
Munafri juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Makassar untuk menangani persoalan tersebut.
Ia berharap kolaborasi antara aparat keamanan dan jajaran pemerintah hingga tingkat RT/RW dapat diperkuat guna meningkatkan pengawasan selama Ramadan.
Selain itu, orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari setelah salat tarawih.
“Peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak-anak terlibat dalam permainan yang berisiko tersebut,” tutup Munafri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
-
800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan
-
Berdiri Selama 20 Tahun, 3 Bangunan di Biringkanaya Akhirnya Dibongkar
-
Detik-Detik Pembunuhan Sekeluarga di Palu Terungkap dalam 34 Adegan Rekonstruksi
-
Jeruji Jadi 'Pesantren', Puluhan Napi di Kendari Berhasil Khatam Al-Qur'an