- Dua ibu rumah tangga di Bulukumba, Sulsel, diamankan polisi karena memelesetkan ayat suci Al-Qur'an saat siaran langsung Facebook pada 25 Februari 2026.
- Konten tersebut viral karena mengubah lafaz ayat dan menerjemahkannya secara keliru dengan dialek Konjo demi mendapatkan perhatian.
- Polisi melakukan pembinaan setelah mempertemukan terduga pelaku dengan tokoh agama untuk meredam gejolak meski belum ada laporan resmi tertulis.
SuaraSulsel.id - Dunia maya kembali dihebohkan dengan kasus sensitif yang berkaitan dengan agama. Dua ibu rumah tangga di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kini harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah video siaran langsung Facebook mereka diduga memelesetkan ayat suci Al-Qur’an dan viral di media sosial.
Insiden ini, yang diunggah pada Rabu, 25 Februari 2026, sontak memantik reaksi keras masyarakat dan tokoh agama setempat.
Konten video viral tersebut menampilkan kedua perempuan itu tampak bercanda sambil mengubah lafaz sejumlah ayat Al-Qur’an dan menerjemahkannya secara keliru menggunakan dialek Konjo.
Tindakan yang dianggap sebagai penistaan agama ini telah melukai perasaan umat muslim dan mengganggu kerukunan beragama.
Aksi tersebut dilakukan sambil tertawa dalam siaran langsung.
Salah satu potongan ayat yang diucapkan adalah "Wa m adrka mal-huamah", bagian dari ayat ke-5 Surah Al-Humazah.
Lafaz itu kemudian dipelesetkan dan diartikan tidak sesuai dengan makna aslinya. Selain itu, potongan ayat pertama Surah At-Takasur "Al-hkumut-takur” juga diubah menjadi “Allahu Muttakazur", lalu diterjemahkan secara bercanda menjadi kalimat "Allah tidak bisa tidur tanpa kasur", yang disertai gelak tawa keduanya.
Plesetan lain dilakukan terhadap lafaz "Ya’lamna" yang kemudian diartikan dalam bahasa Konjo menjadi "Maeki lamung" atau "mari menanam".
Konten tersebut dengan cepat menyebar terlebih setelah diunggah ulang oleh sejumlah pengguna media sosial lainnya.
Baca Juga: Selebgram Makassar Terseret Video Asusila dan Whip Pink, Polisi Kejar Penyebar
Sejumlah tokoh agama pun di Bulukumba mengecam tindakan tersebut dan melaporkannya ke Polres Bulukumba.
Aparat kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan kedua perempuan yang diketahui bernama Irmawati dan Indah Indriani.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali mengatakan pihaknya mengambil langkah cepat guna meredam potensi gejolak di tengah masyarakat.
Ia menyebut kedua perempuan itu telah dipertemukan dengan tokoh agama di kantor polisi untuk dimintai klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf.
"Alasannya karena ketidakpahaman hanya demi konten. Tidak paham masalah agama, kemudian undang-undang, sehingga dia lakukan," ujar Ali saat dihubungi, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurut Ali, setelah pertemuan tersebut, keduanya menyadari kesalahan dan mendapatkan nasihat dari tokoh agama. Kepolisian pun menempuh langkah pembinaan sebagai upaya awal penanganan kasus.
"Yang jelas setelah pertemuan dengan tokoh agama, sudah menjelaskan sudah dinasihati, sehingga kita lakukan langkah pembinaan," katanya.
Polres Bulukumba juga berkoordinasi dengan Polsek Ujung Loe untuk menghadirkan keduanya ke Mapolres.
Meski video asli telah dihapus dari akun mereka, rekaman itu terlanjur tersebar luas di berbagai platform setelah diunduh dan dibagikan ulang oleh pengguna lain.
"Postingannya sudah dihapus, tapi sudah telanjur ada yang menyebarkan, ada yang memindahkan jadi sudah tersebar ke mana-mana," ucap Ali.
Hingga kini, kepolisian menyebut belum menerima laporan resmi secara tertulis terkait dugaan penistaan agama tersebut.
Laporan yang masuk masih sebatas aduan lisan dari masyarakat yang merasa tersinggung dan resah.
"Sampai saat ini belum ada laporan tertulis. Hanya laporan lisan tadi malam, jadi kita ambil langkah untuk menghindari hal-hal yang terjadi di lapangan," ungkapnya
Meski demikian, Ali menegaskan pihaknya tidak menutup kemungkinan melakukan pendalaman lebih lanjut apabila ada laporan resmi yang diajukan. Proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Majelis Dai Muda Bulukumba, Ikhwan Bahar mengaku pertama kali mengetahui video tersebut dari pesan singkat sejumlah warga, sesaat setelah salat tarawih.
Ia menerima tangkapan layar dan tautan siaran langsung yang dinilai telah melecehkan ayat suci.
"Saya menerima chat dari beberapa warga dan teksnya hampir sama. Itu screenshot dan link bahwa ada live Facebook yang memelesetkan ayat Al-Qur'an," ujarnya.
Ikhwan mengatakan dirinya langsung melakukan pengecekan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Setelah melihat isi video, ia menilai tindakan kedua perempuan itu telah masuk kategori penistaan agama.
"Saya cross-check, saya bilang, 'Oh iya, masuk (penistaan) ini. Masuk penistaan. Terus mereka tanya kalau begitu apa langkah yang harus dilakukan, Ustaz?," tuturnya.
Ikhwan bilang kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Aparat kepolisian juga mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi serta menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan tersebut kepada pihak berwenang.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
-
Selebgram Makassar Terseret Video Asusila dan Whip Pink, Polisi Kejar Penyebar
-
Motif Ibu Rumah Tangga Bakar Toko Emas di Makassar Terungkap
-
Viral Selebgram Makassar Hirup Whip Pink, Polisi: Sudah Dipantau Sejak Lama
-
Bikin Merinding, Viral Momen Tangis Histeris Ibu di Kendari Peluk Jasad Anaknya
-
Surat Lusuh Warga Sinjai Minta Beras dan Garam, 7 Hari Tak Makan Nasi Anak Sakit
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Hari Pertama Sekolah: Siswa Nangis, Mengantuk Hingga Usil Ganggu Teman
-
Wajah Baru Stadion Sudiang Mulai Menjulang, Intip Progres Megaproyek Rp674 Miliar
-
Siap Rebut Kursi Ketua Golkar Sulsel, IAS Bawa Pasukan Besar ke Kantor DPD I
-
Revitalisasi Benteng Rotterdam Segera Dikaji Kementerian Kebudayaan
-
Profil Jan S. Maringka, Mantan Kejati Sulsel Disebut-sebut Calon Jaksa Agung RI