- Sebanyak 500 ASN Pemprov Sulawesi Selatan akan mengikuti seleksi dan pelatihan Komcad selama dua bulan mulai April 2026.
- Pelatihan Komcad bertujuan memperkuat pertahanan negara melawan ancaman non-konvensional seperti narkoba dan pembalakan hutan.
- Secara nasional, 4.000 ASN dari 49 kementerian dijadwalkan mengikuti program sukarela ini untuk menanamkan nasionalisme.
Ia menambahkan, pembentukan Komcad merupakan bagian dari strategi pertahanan negara yang lebih luas, terutama menghadapi perubahan karakter ancaman yang tidak lagi semata-mata bersifat militer konvensional.
Secara nasional, sebanyak 4.000 ASN dari 49 kementerian dan lembaga dijadwalkan mengikuti pelatihan Komcad mulai April 2026.
Pelatihan akan berlangsung selama dua bulan.
Program ini, menurut Donny, bertujuan menanamkan nasionalisme dan semangat cinta tanah air, tanpa mengganggu tugas pokok ASN sebagai pelayan publik.
Keikutsertaan bersifat sukarela, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.
Landasan teknisnya diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2021, yang mengatur mekanisme pembentukan dan pelatihan Komponen Cadangan.
Pemerintah menegaskan, tidak semua ASN diwajibkan ikut serta. Terdapat kuota tertentu serta seleksi berbasis persyaratan yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, program ini tidak bersifat massal maupun wajib.
Di Sulawesi Selatan sendiri, kata Donny, indeks bela negara pada 2025 tergolong baik, hampir setara dengan capaian nasional.
Baca Juga: Banjir Landa Kota Makassar, Gubernur Sulsel Kerahkan Tim Tagana dan Dinsos
Bahkan, untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Sulsel disebut berada di atas rata-rata nasional.
Namun, masih ada sejumlah indikator yang dinilai perlu diperkuat.
"Yang masih di bawah angka nasional itu cinta tanah air dan kesadaran berbangsa dan bernegara," ujar Donny.
Program Komcad, menurut dia, diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat dimensi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Donny juga mengingatkan pentingnya meneladani figur-figur militer asal Sulawesi Selatan, seperti Jenderal TNI M Yusuf, yang dikenal sebagai salah satu tokoh pertahanan nasional.
Bagi pemerintah, pembentukan Komcad di kalangan ASN bukan semata menambah cadangan kekuatan militer, melainkan juga membangun kesiapsiagaan nasional secara lebih luas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Enam Pelaku Perundungan Siswi Tana Toraja Ditangkap
-
Ini Alasan Cabai Keriting Kurang Diminati di Gorontalo
-
Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Provinsi Terbaik 1 Creative Financing
-
Hati-hati Jempolmu! 109 Warga Sultra Terjerat Kasus Pencemaran Nama Baik di Medsos
-
Makassar Half Marathon 2026 Pakai Dana APBD 2,5 Miliar