Muhammad Yunus
Kamis, 26 Februari 2026 | 13:19 WIB
Anggota Komponen Cadangan atau Komcad [Suara.com/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 500 ASN Pemprov Sulawesi Selatan akan mengikuti seleksi dan pelatihan Komcad selama dua bulan mulai April 2026.
  • Pelatihan Komcad bertujuan memperkuat pertahanan negara melawan ancaman non-konvensional seperti narkoba dan pembalakan hutan.
  • Secara nasional, 4.000 ASN dari 49 kementerian dijadwalkan mengikuti program sukarela ini untuk menanamkan nasionalisme.

SuaraSulsel.id - Sebanyak 500 aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tengah bersiap mengikuti seleksi dan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad).

Program ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan negara, sekaligus menanamkan semangat bela negara di kalangan birokrasi.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan minat ASN untuk mengikuti program tersebut cukup tinggi.

Dari hampir 600 pendaftar, sekitar 500 orang akan diseleksi untuk mengikuti pelatihan dasar kemiliteran selama dua bulan.

"Yang daftar hampir 600 orang. Nanti yang terseleksi sekitar 500, terdiri dari 330 ASN provinsi dan 170-an dari kabupaten/kota," ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut Sudirman, peserta yang lolos umumnya berusia di bawah 35 tahun sebagai syarat utama.

Mereka akan menjalani pelatihan fisik dan kedisiplinan dengan standar mendekati pendidikan militer dasar.

Namun ia menegaskan, Komcad yang disiapkan bukan untuk kepentingan perang dalam arti konvensional.

"Komcad ini kita siapkan bukan untuk perang pertempuran. Tapi perang melawan pembalakan hutan, perang melawan narkoba, perang melawan ketertiban sosial. Seperti itu konsepnya," kata dia.

Baca Juga: Banjir Landa Kota Makassar, Gubernur Sulsel Kerahkan Tim Tagana dan Dinsos

Meski demikian, persyaratan untuk menjadi Komcad tetap ketat. ASN yang ingin bergabung harus berusia 18-35 tahun, sehat jasmani dan rohani sesuai standar militer, tidak memiliki catatan kriminal, serta mendapatkan izin tertulis dari atasan langsung.

Peserta juga wajib mengikuti seleksi dan Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) selama kurang lebih dua bulan.

Status kepegawaian peserta bisa berasal dari pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

"Dari PNS dan PPPK," ucapnya.

Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan Taufanto, menyebut partisipasi 500 ASN dari Sulsel sebagai langkah yang signifikan. Saat ini jumlah pegawai di lingkungan Pemprov Sulsel mencapai sekitar 31.000 orang.

"Ada 500 ASN Pemprov Sulsel siap jadi Komcad. Saat ini, jumlah pegawai Pemprov Sulsel 31 ribu. Itu jumlahnya sudah sangat luar biasa. Bisa menambah kekuatan TNI," kata Sudirman.

Load More