- BMKG Wilayah IV mengimbau masyarakat Sulsel waspada cuaca ekstrem hingga awal Maret 2026 akibat dinamika atmosfer pendukung hujan lebat.
- Prakiraan BMKG menyebut hujan lebat berpotensi terjadi di delapan wilayah Sulsel, disertai potensi angin kencang dan gelombang tinggi perairan.
- Hujan lebat 23 Februari 2026 telah menyebabkan genangan di beberapa titik Makassar, ditangani BPBD melalui penyiapan tim reaksi cepat.
BMKG mengimbau para pemangku kepentingan dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta dampak cuaca ekstrem lainnya.
Kesiapan infrastruktur drainase, pengelolaan sumber daya air, penghijauan, serta pemangkasan pohon yang rawan tumbang dinilai penting untuk meminimalkan risiko.
Masyarakat juga diminta tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air, serta aktif memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.
Makassar Sudah Tergenang
Di Kota Makassar, dampak hujan lebat mulai dirasakan. Hujan yang mengguyur sejak Senin, 23 Februari 2026, menyebabkan banjir dan genangan di sejumlah titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak.
Berdasarkan laporan posko pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 06.10–07.00 Wita, beberapa titik genangan yang terpantau antara lain:
Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang dengan ketinggian air mencapai sekitar 100 sentimeter.
Kompleks Kodam III (Kotipa XVI–XII), Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya dengan genangan 0–30 sentimeter dan akses kendaraan sementara tidak dapat dilalui.
Baca Juga: Mengerikan! Bripda Dirja Pratama Tewas Dianiaya Usai Salat Subuh
Jalan Kecaping Raya Blok 8, Kecamatan Manggala dengan genangan 0–20 sentimeter dan masih bisa dilalui kendaraan.
Kelurahan Kapasa RW 6 dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.
Terowongan Rappokalling dengan genangan sekitar 40 sentimeter yang dalam pengawasan ketat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar menyampaikan bahwa seluruh personel TRC telah disebar ke lokasi terdampak untuk melakukan asesmen cepat serta membantu warga yang membutuhkan evakuasi.
"Personel kami telah melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan, memastikan tidak ada korban jiwa, serta memantau tinggi muka air melalui sistem EWS dan AWLR," ujarnya.
BPBD juga berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan cepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
BRI Tetapkan Dividen Rp52,1 Triliun, Cerminkan Kinerja dan Fundamental Kuat
-
BRI Ekspansi ke Timor Leste, Pegadaian Siap Layani UMKM
-
Kabid Propam Polda Sulsel Dilaporkan ke Mabes Polri, Diduga 'Bekingi' Sengketa Lahan
-
Kisah Nurdin dan Irwan: Tiga Dekade Menyelamatkan Sejarah dari Ancaman Lupa
-
Ditolak KUA, Ayah Tetap Nikahkan Anak di Bawah Umur dengan Pria 71 Tahun di Luwu