- Badan Geologi ESDM mewaspadai potensi gas beracun dan erupsi freatik tiba-tiba Gunung Lokon, Tomohon, Sulawesi Utara.
- Aktivitas Gunung Lokon pada 16-31 Agustus 2026 menunjukkan kegempaan didominasi vulkanik dangkal, dengan status Level II (Waspada).
- Rekomendasi meliputi larangan mendekati kawah dalam radius 1,5 km serta penggunaan masker saat terjadi hujan abu.
SuaraSulsel.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu-waktu dapat keluar dari kawah.
"Dapat terjadinya erupsi freatik (erupsi yang diakibatkan kontak uap panas magma dengan air hidrotermal) secara tiba tiba," ujar Pelaksana tugas Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan aktivitas Gunung Lokon periode 16-31 Agustus 2026 yang diterima di Manado, Senin (16/2).
Pada pengamatan instrumental, kegempaan selama periode tersebut terekam 7 kali gempa embusan, 26 kali gempa vulkanik dangkal, lima kali gempa vulkanik dalam dan 106 kali gempa tektonik jauh.
Disebutkan dalam laporan tersebut, berdasarkan hasil pengamatan visual aktivitas Gunung Lokon, teramati hembusan asap berwarna putih tipis dengan tinggi maksimum sekitar 25 meter di atas kawah.
Kegempaan Gunung Lokon didominasi gempa vulkanik dangkal (VB), sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) jarang terekam.
Rekomendasi berdasarkan hasil analisa dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Januari 2026, tingkat aktivitas Gunung Lokon pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.
Beberapa rekomendasi yang harus dipatuhi, yaitu masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.
Apabila terjadi letusan dan hujan abu, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).
Masyarakat diharapkan mewaspadai potensi lahar pada sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon, terutama pada musim hujan.
Baca Juga: Waspada! Ini Radius Bahaya Terbaru Gunung Karangetang
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Bupati Gowa Husniah Talenrang Lakukan Perlawanan Hukum
-
Sulbar Dikepung Asap, Kenali 5 Tanda Bahaya Ini Sebelum Terlambat ke Rumah Sakit
-
Surat Perpisahan Emosional Appi ke Golkar: 'Saya Pamit Sebagai Kader, Tapi Tidak Sebagai Kawan'
-
Udara Kota Palu Masuk Kategori Tidak Sehat, BMKG Ungkap Penyebab Utamanya
-
Kapten Asal Gowa Lepas dari Cengkeraman Perompak Somalia: Pura-pura Mati, Ditendang di Anjungan