- RSUD Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim PKRS mengedukasi masyarakat mengenai tata cara penggunaan obat yang tepat saat puasa.
- Edukasi ini bertujuan memastikan pasien dapat menjalankan terapi pengobatan aman dan efektif tanpa mengganggu ibadah puasa.
- Narasumber apoteker menjelaskan pentingnya penyesuaian jadwal minum obat dan konsultasi untuk menjaga efektivitas terapi.
SuaraSulsel.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).
Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tata cara penggunaan obat yang tepat selama menjalankan ibadah puasa.
Direktur RSUD Provinsi Sulbar dr Musadri Amir Abdullah di Mamuju, mengatakan, kegiatan itu sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat agar tetap menjalani terapi pengobatan secara aman dan efektif tanpa mengganggu ibadah.
"Kami ingin memastikan masyarakat tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang. Edukasi seperti ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang paripurna dan berorientasi pada keselamatan pasien," kata Musadri, Selasa (17/2).
Ia menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada tindakan kuratif, tetapi juga pada upaya promotif dan preventif.
"Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat khususnya pasien dan keluarga semakin memahami pentingnya kepatuhan terhadap terapi, serta tidak ragu untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila memiliki pertanyaan terkait penggunaan obat selama puasa," katanya.
RSUD Provinsi Sulbar, tambahnya, akan terus menghadirkan edukasi kesehatan sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
"Melalui edukasi kesehatan yang berkelanjutan, kami berupaya membentuk masyarakat yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kesadaran, kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan pengobatan selama bulan Ramadhan," kata Musadri.
Sementara, Apoteker Rahmadani yang bertindak sebagai narasumber pada kegiatan itu menyampaikan materi tentang pengaturan jadwal minum obat selama melaksanakan ibadah puasa.
Baca Juga: Sahur on The Road DILARANG KERAS di Makassar!
"Obat yang digunakan jika diminum dapat membatalkan puasa, perlu disesuaikan jarak waktu meminumnya. Berhati-hati mengubah jadwal dan dosis obat karena dapat memengaruhi efek terapi obat," katanya.
Secara umum, kata dia, obat yang diminum sekali sehari diminum satu kali, artinya tiap 24 jam pada jam yang sama, yaitu saat sahur, terutama jika harus diminum pagi hari atau setelah berbuka puasa.
"Perubahan jadwal minum obat saat puasa dan dosis obat mungkin dapat memengaruhi efek terapi obat. Karena itu perlu kehati-hatian dalam merubah jadwal minum obat. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
TPA Tamangapa Bakal Berubah Total: Makassar Beralih ke Sistem Sanitary Landfill, Ini Targetnya!
-
Saat Sekolah 'Mengharamkan' Ponsel: Mengintip Cara Guru Meningkatkan Fokus Siswa Tanpa Media Sosial
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Mengejutkan! Sulawesi Jadi Rumah Bagi 159 Spesies Burung Langka
-
Muhammadiyah Sulsel Serahkan Laporan Kasus Masjid Nurut Tajdid Barru ke Polda Sulsel