- Inflasi tahunan Sulawesi Selatan awal 2026 mencapai 4,11% dan dibahas serius dalam rapat TPID pada 13 Februari 2026.
- Penyebab utama inflasi adalah kenaikan harga emas serta komoditas perikanan akibat cuaca, bukan semata bahan pokok.
- BI dan Pemprov mendorong penguatan strategi 4K dan koordinasi antar kabupaten/kota untuk menstabilkan pasokan dan harga distribusi.
Ia juga menyarankan agar setiap kabupaten/kota duduk bersama memetakan jadwal tanam dan panen. Dengan begitu, jika satu daerah surplus, daerah lain yang kekurangan bisa segera melakukan kerja sama distribusi.
Tanpa pemetaan, disparitas harga antarwilayah akan terus terjadi. Ada daerah yang sangat mahal, sementara lainnya relatif murah.
"Kalau sekarang kan ga, timpang kondisinya. Ada daerah yang mahal banget, murah, karena ga ada mapping atau pemetaan," sebutnya.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif secara terbuka mengakui bahwa tingginya inflasi di daerahnya dipicu dua faktor besar. Harga emas dan komoditas perikanan.
Namun, ia juga menyinggung satu faktor yang cukup unik, yakni gaya hidup masyarakat.
"Penyebab inflasi karena harga emas, skincare, ikan layang, bandeng, tuna karena kami tidak punya laut," kata Syaharuddin dalam rapat TPID.
Menurutnya, emas dan produk perawatan kulit telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Sidrap.
Ia mengaku pemerintah daerah kesulitan mengendalikan komoditas tersebut karena sifatnya bukan kebutuhan pokok yang bisa diintervensi langsung.
"Kami tidak bisa suruh masyarakat berhenti beli emas. Mereka punya uang. Mereka pikir ini investasi dan lifestyle. Masyarakat Sidrap merasa tidak sempurna kalau tidak pakai kalung emas yang panjang. Sulit kami larang jangan pakai skincare," ujarnya.
Baca Juga: Tim SAR Temukan Dompet hingga Pelampung di Jalur Ekstrem, Medan Curam Jadi Tantangan Berat
Untuk komoditas ikan laut, Sidrap yang tidak memiliki wilayah pesisir harus bergantung pada daerah lain.
Karena itu, Pemkab Sidrap berencana memperkuat kerja sama antar daerah, termasuk dengan Kabupaten Jeneponto sebagai daerah penghasil ikan, agar suplai bisa lebih terjamin dan harga lebih terkendali.
Sementara untuk cabai, bawang, dan sayuran, Sidrap relatif lebih aman karena bertetangga dengan Kabupaten Enrekang yang merupakan sentra produksi hortikultura.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman menambahkan ketersediaan komoditas utama harus dipastikan, terutama menjelang Ramadan dan hari raya besar keagamaan.
Ia menyoroti komoditas ikan sebagai salah satu pemicu inflasi di beberapa daerah nonpesisir seperti Sidrap.
"Kerja sama antar daerah harus diperkuat. Sidrap bisa beli ikan dari Barru, Pangkep, atau Jeneponto. Kalau di Palopo pemicunya bawang, ya kerja sama dengan Enrekang sebagai penghasil bawang," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mau Tambah Daya Listrik Rumah? PLN Beri Diskon 50% Spesial Kemerdekaan, Cuma Sampai Tanggal Ini
-
Kebijakan Baru Pemkot Makassar Bikin Pusing Pemulung dan Pengangkut Sampah
-
Naik Hercules TNI AU, 30 Ton Bantuan Pemprov Sulsel Meluncur ke Titik Gempa NTT
-
Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen
-
Tanggap Gempa NTT, BRI Peduli Hadirkan 3 Posko Logistik dan 1 Dapur Umum