- DPP Golkar menunjuk Plt DPD I Sulsel melalui SK Nomor 147 Tahun 2026 untuk mempersiapkan Musda.
- Muhidin Mohammad Said menjadi Plt Ketua didampingi Rahman Pina sebagai Sekretaris dalam struktur sementara.
- Tiga nama terkuat bersaing menjadi Ketua DPD I Golkar Sulsel yaitu Munafri, Andi Ina, dan Ilham Arief Sirajuddin.
SuaraSulsel.id - Dinamika internal Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulsel.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi menunjuk Rahman Pina sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPD I Golkar Sulsel.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP Golkar Nomor 147 Tahun 2026 tentang perubahan komposisi dan personalia pengurus DPD I Golkar Sulsel periode 2020-2025.
SK ini menjadi dasar pembentukan kepengurusan pelaksana tugas yang diberi mandat khusus untuk mempersiapkan dan mengantarkan pelaksanaan Musda DPD I Golkar Sulsel.
Surat keputusan dibacakan dalam agenda silaturahmi Pelaksana Tugas Ketua DPD Golkar Sulsel yang digelar di Kantor DPD Golkar Sulsel, Kamis, 22 Januari 2026.
Agenda tersebut dihadiri puluhan kader Golkar, mulai dari anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel hingga kader non-legislator dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Dalam struktur kepengurusan sementara tersebut, Muhidin Mohammad Said ditetapkan sebagai Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Ia didampingi Kadir Halid sebagai Ketua Harian, Rahman Pina sebagai Sekretaris, serta Andi Ina Kartika Sari sebagai Bendahara.
Secara keseluruhan, terdapat 162 kader yang masuk dalam jajaran pengurus Plt.
Baca Juga: Viral Penumpang Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Makassar Terekam Main Judol
Selain itu, Rahman Pina juga dipercaya memegang peran strategis sebagai Sekretaris Jenderal dalam kepengurusan sementara, sementara Lukman B. Kady ditunjuk sebagai Wakil Ketua Pemenangan Pemilu.
Forum tersebut juga menyepakati susunan kepanitiaan Musda. Armin Topotiri ditetapkan sebagai Ketua Steering Committee (SC), sementara Lukman B. Kady dipercaya sebagai Ketua Organizing Committee (OC) Musda DPD I Golkar Sulsel.
Penetapan ini menandai dimulainya tahapan teknis menuju musda, meski jadwal pelaksanaannya belum diumumkan secara resmi.
Selain membahas struktur kepengurusan dan kepanitiaan, rapat juga menegaskan agenda konsolidasi partai.
Muhidin dijadwalkan melakukan kunjungan ke tiga titik di setiap daerah pemilihan sebagai bagian dari konsolidasi dan penguatan mesin partai hingga tingkat bawah.
Muhidin Mohammad Said menegaskan, pembentukan kepengurusan Plt ini merupakan langkah strategis untuk memastikan konsolidasi dini partai, terutama dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Ia menyebut tugas utama pengurus Plt adalah mengantarkan pelaksanaan Musda secara demokratis, tertib, dan sesuai dengan ketentuan organisasi.
"Intinya bagaimana seluruh komponen Partai Golkar bisa bekerja dengan kompak, baik pengurus maupun fraksi. Pemilu ke depan ini perlu persiapan lebih awal karena ada banyak perubahan," ujar Muhidin.
DPP Golkar memasang target ambisius pada Pemilu mendatang. Yakni menambah perolehan kursi legislatif, bukan sekadar mempertahankan posisi yang ada.
Bahkan, Golkar menargetkan perolehan kursi DPR RI melampaui 102 kursi dan membuka peluang mengembalikan kejayaan partai, khususnya di Sulawesi Selatan.
Siapa Calon Terkuat?
Di tengah penguatan struktur dan konsolidasi tersebut, peta persaingan menuju kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel juga mulai terbaca.
Hingga kini, pelaksanaan musda masih menggantung. Namun, sejumlah nama kandidat telah mencuat ke ruang publik.
Petahana Taufan Pawe sebelumnya sempat disebut-sebut kembali maju.
Namun anggota DPR RI itu telah menyatakan tidak ikut bertarung dan memilih fokus menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
Nama Adnan Ichsan YL juga kerap disebut, meski belakangan tak terlalu menunjukkan manuver terbuka.
Dengan kondisi tersebut, tersisa tiga nama yang dinilai paling berpeluang merebut kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Mereka adalah Munafri Arifuddin alias Appi yang kini menjabat Wali Kota Makassar.
Ada Andi Ina Kartika Sari yang juga Bupati Barru, serta Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mantan Wali Kota Makassar.
IAS bahkan baru-baru ini menemui senior Partai Golkar, Nurdin Halid.
Menurut Nurdin Halid, pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, termasuk arah konsolidasi dan target pemenangan Golkar di Sulawesi Selatan.
"Pembicaraan terkait banyak hal. Salah satunya adalah tentang bagaimana memenangkan Partai Golkar di Sulsel," ujar NH, akronimnya.
Nurdin Halid menyambut baik setiap kader yang ingin memperkuat kerja-kerja partai di daerah.
Ia menegaskan dukungan moral kepada kader yang memiliki kapasitas, komitmen, dan kesediaan untuk berjuang membesarkan Golkar di Sulsel.
"Iya, kita mendukung seluruh kader yang memiliki potensi dan mau berjuang membesarkan Partai Golkar di Sulsel, termasuk Pak IAS," katanya.
Meski demikian, Nurdin Halid mengingatkan bahwa urusan Musda tetap berada dalam koridor organisasi dan menjadi kewenangan penuh DPP Golkar. Seluruh kader wajib tunduk dan patuh terhadap kebijakan partai.
"Musda itu kewenangan DPP. Seluruh kader, tentu harus tunduk dan patuh terhadap kebijakan DPP Golkar," tegasnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Gubernur Sulsel Bawa Pulang Insentif Miliaran Rupiah
-
JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati Parigi Moutong Terkait Tambang Emas
-
Antrean BBM Mengular di Kendari, Pertamina Tambah Pasokan Hingga 59 Persen
-
Gaji PPPK Aman! Mendagri Tito Pastikan Tak Ada Honorer Dirumahkan
-
PERADI Profesional dan Unhas Siapkan PPA, Target Lahirkan Advokat Beretika