Muhammad Yunus
Rabu, 21 Januari 2026 | 16:14 WIB
Suasana haru menyelimuti proses penyerahan jenazah Florencia Lolita Wibisono di ruang Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan, Rabu, 21 Januari 2026 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Jenazah Florencia Lolita Wibisono, pramugari IAT korban pesawat jatuh, diserahkan Polda Sulsel pada 21 Januari 2026.
  • Korban berhasil diidentifikasi tim DVI Polri pada 21 Januari 2026 menggunakan data ilmiah ante mortem.
  • Jenazah Florencia ditemukan di jurang sedalam 500 meter di Gunung Bulusaraung pada 19 Januari 2026.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Basarnas, TNI-Polri, Biddokkes Polda Sulsel, KKP, serta secara khusus kepada perusahaan tempat adik kami bekerja, Indonesia Air Transport dan Angkasa Pura, serta seluruh pihak yang telah berusaha keras menemukan adik kami," ujar Felix.

Ia mengaku keluarga sangat bersyukur karena Florencia akhirnya dapat ditemukan dan dipastikan identitasnya secara ilmiah oleh tim DVI.

Kepastian itu, kata Felix, menjadi hal terpenting bagi keluarga, meski harus diterima dengan hati yang hancur.

"Kami mengucap syukur atas apa yang telah dikerjakan untuk kami sehingga adik kami bisa ditemukan," ucapnya lirih.

Felix juga menyampaikan bahwa pada hari penyerahan tersebut, peti jenazah Florencia telah resmi ditutup.

Itu menjadi tanda bahwa keluarga telah siap melepas, meski luka kehilangan masih terasa begitu dalam.

"Hari ini petinya sudah bisa ditutup sehingga kami akan segera membawanya ke Jakarta," katanya.

Di tengah duka yang belum reda, Felix tak lupa menyampaikan empati kepada keluarga korban lain yang hingga kini masih menunggu kabar.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap delapan korban lainnya dari kecelakaan pesawat tersebut.

Baca Juga: Tim Khusus Temukan Black Box di Ekor Pesawat Dalam Kondisi Utuh

"Kami terus berdoa untuk keluarga korban lainnya agar diberi kekuatan seperti kami, dan semoga mereka juga segera menemukan saudara dan kerabatnya," ujar Felix.

"Sehingga kita semua bisa kembali ke tempat masing-masing membawa pulang orang-orang yang kita cintai," lanjutnya.

Ia pun memohon dukungan doa dari masyarakat luas agar seluruh proses evakuasi dan identifikasi dapat berjalan lancar, serta semua pihak yang terlibat diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

"Kami mohon dukungan doa dari semuanya agar seluruh proses berjalan dengan baik dan lancar, serta agar kita semua diberikan kekuatan oleh Tuhan," harapnya.

Di akhir penyerahan jenazah, keluarga Florencia tampak memeluk erat keluarga korban lainnya yang turut hadir.

Di antara pelukan dan air mata, terselip harapan yang sama. Semoga upaya pencarian yang masih berlangsung membuahkan hasil, dan setiap keluarga bisa mendapatkan kepastian.

Ditemukan di Jurang Kedalaman 500 Meter

Load More