Muhammad Yunus
Rabu, 21 Januari 2026 | 12:01 WIB
Pramugari Florencia Lolita salah satu korban pesawat ATR42-500 yang jatuh di puncak Gunung Bulusaraung [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Tim DVI Polda Sulsel berhasil mengidentifikasi pramugari Florencia Lolita Wibisono dari kecelakaan pesawat di Gunung Bulusaraung.
  • Identifikasi korban kedua dilakukan Rabu, 21 Januari 2026, menggunakan metode pencocokan data post mortem dan ante mortem.
  • Proses evakuasi korban kedua terkendala medan dan cuaca, sementara pencarian korban lain terus berlangsung oleh 1.200 personel.

SuaraSulsel.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi jenazah korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Korban diketahui berjenis kelamin perempuan dan merupakan salah satu awak pesawat yang jatuh di kawasan pegunungan tersebut.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris mengatakan hasil pemeriksaan post mortem telah dicocokkan dengan data ante mortem dan dinyatakan identik.

Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 itu disebut cocok dengan antemortem nomor AM004 dan teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono.

"Jenazah post mortem cocok dengan data ante mortem. Korban teridentifikasi bernama Florencia Lolita, jenis kelamin perempuan, usia 33 tahun, alamat Jakarta Timur," ujar Haris, Rabu, 21 Januari 2026.

Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan mengombinasikan sejumlah metode ilmiah.

Tim DVI mencocokkan data sidik jari, struktur gigi, properti yang melekat pada jenazah, serta rekam medis korban yang diperoleh dari pihak keluarga dan instansi terkait.

"Hasil identifikasi diperoleh melalui pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti korban, serta data rekam medis," jelasnya.

Florencia Lolita diketahui merupakan pramugari pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung.

Baca Juga: Korban Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi Menggunakan Helikopter

Perempuan yang akrab disapa Lolen itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin, 19 Januari 2026, di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter.

Namun, proses evakuasi jenazah tidak dapat langsung dilakukan pada hari yang sama.

Tim SAR gabungan menghadapi kendala cuaca buruk serta medan yang ekstrem, berupa lereng curam dan akses terbatas menuju lokasi penemuan korban.

Baru pada keesokan harinya, Selasa, 20 Januari 2026, jenazah Lolen berhasil dievakuasi secara bertahap dari lokasi penemuan menuju puncak Gunung Bulusaraung, sebelum akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara.

Jenazah korban tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada Selasa malam sekitar pukul 22.40 Wita.

Setibanya di rumah sakit, jenazah langsung dibawa ke ruang jenazah untuk menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polda Sulsel.

Load More