- Jenazah pertama korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi Rabu (21/1/2026) dari jurang Maros-Pangkep oleh tim SAR gabungan.
- Evakuasi jenazah pertama dilakukan menggunakan helikopter Basarnas melalui teknik hoist dari dasar jurang sedalam 200 meter.
- Basarnas juga menyerahkan jenazah korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 kepada tim DVI Polri
Pembagian tugas pencarian dilakukan melalui beberapa Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 dengan kekuatan 50 personel melanjutkan pencarian di sekitar lokasi penemuan korban pertama di kawasan Lampeso.
SRU 2 dengan 28 personel menyisir area ditemukannya bagian ekor pesawat.
SRU 3 bergerak dari posko menuju puncak dengan membawa peralatan vertical rescue, melibatkan 75 personel.
Sementara SRU 4 menyisir area air terjun patahan 4 dan 5, lokasi ditemukannya bagian mesin pesawat, dengan kekuatan 40 personel.
Korban Kedua Diserahkan ke DVI
Basarnas juga telah mengevakuasi jenazah korban kedua kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 dan menyerahkannya kepada tim DVI Polri pada Selasa malam, 20 Januari 2026.
Korban kedua tersebut berjenis kelamin perempuan.
Direktur Operasi Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan jenazah korban kedua ditemukan pada Senin sore, 20 Januari 2026, sekitar pukul 14.25 Wita di kedalaman jurang sekitar 500 meter di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Baca Juga: [CEK FAKTA] Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Bergerak Ribuan Langkah Setelah Kecelakaan?
"Evakuasi korban kedua memakan waktu lama karena medan yang ekstrem dan kondisi cuaca yang tidak mendukung. Jenazah baru bisa dibawa ke puncak sekitar pukul 17.15 Wita," kata Yudhi di Biddokes Polda Sulsel.
Setelah berhasil dievakuasi ke puncak Gunung Bulusaraung, jenazah korban kedua dibawa ke Posko AJU Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep, sebelum akhirnya dibawa ke Polda Sulsel.
"Sekitar pukul 22.45 Wita, jenazah korban kedua kami serahkan kepada tim DVI Polda Sulsel untuk proses identifikasi," ujarnya.
Hingga kini, operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih terus berlangsung.
Sekitar 1.200 tim SAR gabungan masih menghadapi kendala medan terjal dan cuaca yang berubah-ubah dalam upaya menemukan korban lainnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
Terkini
-
Ingin Masuk Unhas Jalur Ketua OSIS? Pahami Syarat, Penilaian, dan Aturannya
-
Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Pramugari Atas Nama Florencia Lolita
-
Korban Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi Menggunakan Helikopter
-
[CEK FAKTA] Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Bergerak Ribuan Langkah Setelah Kecelakaan?
-
Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi dari Puncak Gunung