- Tiga puluh OMS di Sulawesi Selatan menolak keras wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD atau penunjukan pusat.
- Penolakan ini didasari pandangan bahwa mekanisme tidak langsung mengancam kedaulatan rakyat dan merupakan kemunduran demokrasi.
- OMS Sulsel mendesak pembenahan internal partai politik daripada mencabut hak rakyat memilih pemimpin daerah.
OMS Sulsel menyoroti alasan mahalnya biaya Pilkada langsung yang kerap dijadikan dalih untuk menghapus mekanisme tersebut.
Mereka menilai alasan itu menyesatkan. Pasalnya, pelaksanaan Pilkada serentak justru telah menekan pemborosan anggaran negara.
Tingginya biaya politik dalam Pilkada lebih disebabkan oleh praktik internal partai politik dan kandidat, seperti mahar politik, biaya survei dan konsultan, serta praktik politik uang.
Karena itu, yang seharusnya dibenahi adalah sistem internal partai dan penegakan hukum, bukan mencabut hak rakyat.
"Kalau biaya politik mahal, kenapa rakyat yang harus dikorbankan? Seharusnya partai yang berbenah," tegas Samsang.
OMS Sulsel juga mengkritik partai-partai yang mendorong penghapusan Pilkada langsung. Mereka menilai partai-partai tersebut gagal menjalankan fungsi dasar sebagai penyerap dan penyalur aspirasi masyarakat.
Akibatnya, berbagai kebijakan publik justru dinilai menjauh dari kepentingan rakyat dan cenderung menguntungkan kelompok elite.
Atas dasar itu, OMS Sulsel Kawal Pemilu menyatakan tiga sikap tegas menolak segala bentuk penghapusan Pilkada langsung, mengecam partai-partai yang mendorong wacana tersebut.
Serta mengajak seluruh elemen masyarakat Sulawesi Selatan untuk bersatu dan mengonsolidasikan gerakan penolakan.
Baca Juga: Viral Penumpang Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Makassar Terekam Main Judol
"Kami tidak akan diam. Kedaulatan rakyat bukan untuk ditawar," tegasnya.
Diketahui OMS Sulsel Kawal Pemilu terdiri dari organisasi anti korupsi, lembaga bantuan hukum di Sulsel, organisasi pers, perhimpunan advokat, organisasi disabilitas dan organisasi sosial lainnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar
-
Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat
-
850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan
-
Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat