- Gunung Bulusaraung di Sulawesi Selatan merupakan gunung karst kapur 1.353 mdpl yang menantang bagi pendaki.
- Medan pendakian dikenal curam, berbatu tajam, dan minim peneduh, membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam.
- Cuaca di area ini sangat tidak stabil, sering berubah cepat dengan potensi kabut tebal tiba-tiba di ketinggian.
SuaraSulsel.id - Gunung Bulusaraung merupakan salah satu gunung yang paling dikenal di Sulawesi Selatan. Khususnya bagi para pendaki di wilayah Maros dan Pangkep.
Gunung ini bukan hanya menawarkan panorama khas karst, tetapi juga memiliki karakter medan yang perlu dipahami dengan baik sebelum pendakian dilakukan.
Semenjak peristiwa pesawat ATR42-500 kecelakaan di puncak, Gunung Bulusaraung menjadi perhatian publik.
Mengingat upaya evakuasi pesawat dan korban di puncak Gunung Bulusaraung mengalami kendala medan cuaca.
Berikut sejumlah fakta terkait Gunung Bulusaraung yang perlu diketahui:
1. Jenis Gunung: Karst Kapur yang Unik dan Rapuh
Gunung Bulusaraung adalah gunung karst dengan ketinggian 1.353 mdpl, tersusun dari batuan kapur yang terbentuk melalui proses geologi jutaan tahun.
Merupakan bagian dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Sulawesi Selatan.
Berbeda dengan gunung vulkanik, struktur karst Gunung Bulusaraung memiliki ciri permukaan berbatu tajam.
Baca Juga: Pramugari Esther Minta Maaf Sebelum Pesawat Jatuh, Ayah: Saya Berharap Mukjizat Tuhan
Banyak celah, lubang, dan rekahan.
Tanah relatif tipis dan mudah licin saat basah. Karakter ini membuat jalur pendakian Bulusaraung lebih menuntut kewaspadaan, terutama saat hujan.
2. Medan Pendakian: Terjal, Terbuka, dan Menguras Fisik
Medan Gunung Bulusaraung dikenal cukup berat, terutama bagi pendaki pemula.
Beberapa ciri utama medan pendakian antara lain jalur berbatu kapur yang curam.
Tanjakan panjang dengan kemiringan tajam.
Minim peneduh di beberapa segmen jalur. Jalur sempit dengan risiko terpeleset.
Pendaki disarankan menggunakan sepatu gunung dengan grip kuat serta membawa tongkat trekking untuk membantu keseimbangan.
Perjalanan menuju puncak biasanya memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam. Jumlah 9 pos pendakian.
3. Cuaca: Cepat Berubah dan Sulit Diprediksi
Cuaca di Gunung Bulusaraung relatif tidak stabil. Dalam satu hari, kondisi dapat berubah cukup drastis.
Pagi hari bisa cerah. Siang berkabut tebal.
Sore hingga malam berpotensi hujan dan angin kencang.
Kabut tebal sering muncul secara tiba-tiba dan dapat mengurangi jarak pandang secara signifikan, terutama di area punggungan dan mendekati puncak.
4. Vegetasi dan Lingkungan Sekitar
Di jalur bawah hingga pertengahan, pendaki akan melewati hutan sekunder. Semak belukar khas kawasan karst.
Semakin ke atas, vegetasi mulai menipis dan digantikan oleh batuan terbuka.
Kondisi ini membuat pendaki lebih terekspos terhadap panas matahari dan angin.
5. Pemandangan: Panorama Karst Maros–Pangkep dari Ketinggian
Salah satu daya tarik utama Gunung Bulusaraung adalah pemandangan di sekelilingnya.
Dari ketinggian, pendaki dapat menyaksikan hamparan pegunungan karst Maros–Pangkep
Lembah dan perbukitan kapur yang menjulang. Permukiman warga yang tampak kecil dari kejauhan.
Saat cuaca cerah, panorama ini menjadi salah satu yang terbaik di Sulawesi Selatan, namun tetap harus dinikmati dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Pendaki juga bisa menyaksikan berbagi macam jenis burung, dan monyet hitam (Macaca maura).
6. Catatan Penting untuk Pendaki
Sebelum mendaki Gunung Bulusaraung, warga disarankan untuk mengecek prakiraan cuaca.
Mendaki secara berkelompok. Membawa logistik dan air yang cukup.
Melapor kepada pihak berwenang atau basecamp setempat.
Tidak memaksakan pendakian saat kondisi cuaca buruk.
Gunung Bulusaraung bukan gunung untuk diremehkan. Keindahannya sebanding dengan tantangan yang ditawarkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Tinggalkan Keluarga 3 Tahun, Ini Alasan Emosional Darije Kalezic Kembali ke PSM Makassar
-
Bukan Sekadar Publikasi, Riset Rp120 Miliar Australia-Indonesia Ini Wajib Selesaikan Masalah Rakyat
-
5 Fakta Menstruasi Wajib Diketahui Remaja Putri, Jangan Lagi Percaya Mitos!
-
Tim SAR Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa
-
Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan