- Pemilihan Rektor Unhas periode 2026-2030 akan dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, di Kampus Unhas Jakarta oleh 17 anggota MWA.
- Tiga calon rektor hanya akan diberi lima menit untuk presentasi visi dan program sebelum pemungutan suara dilaksanakan oleh MWA.
- Sebanyak 17 pemilik hak suara MWA terdiri atas unsur Dikti Saintek, gubernur, alumni, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat.
Tanpa lobi, tanpa komunikasi personal dengan anggota MWA, Sukardi bilang ia percaya diri memilih bertaruh pada gagasan.
"Saya tidak pernah melakukan komunikasi dengan siapa pun sama seperti di senat lalu. Semoga dengan pemaparan visi misi, bisa menarik perhatian MWA memberikan suara ke saya," ujarnya.
Menurut Sukardi, seluruh calon memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi rektor Unhas. Ia menilai penentuan suara akan sangat bergantung pada kualitas visi dan program kerja yang disampaikan dalam waktu lima menit.
"Saya yakini semua calon punya kesempatan yang sama. Hemat saya, kuncinya di program kerja yang tertuang dalam visi misi," katanya.
Sukardi berencana memadatkan 11 program unggulan ke dalam tiga core pembangunan.
Dua di antaranya menitikberatkan pada peningkatan reputasi akademik dan kesejahteraan sivitas akademika.
Kemudian, ada satu gagasan yang mencuri perhatian publik. Sukardi menyebut ia berencana membangunan jalan layang atau fly over di pintu masuk Unhas.
Ia menegaskan persoalan kemacetan di akses keluar-masuk kampus sudah lama menjadi keluhan yang meresahkan.
Fly over itu akan dibangun dari perempatan tugu depan Hotel Unhas, melintasi Jalan Perintis Kemerdekaan hingga mengarah ke pusat kota.
Baca Juga: Pemilihan Rektor Unhas Periode 2026-2030 Digelar 14 Januari 2026
"Pada jam-jam tertentu pagi maupun sore hari, kemacetan panjang sering terjadi baik di pintu 1 maupun pintu 2 Unhas. Untuk mengurainya, perlu dibangun jalan layang," ujarnya.
Sementara itu, calon rektor lainnya, Prof Budu belum memberikan pernyataan. Upaya konfirmasi yang dilakukan belum mendapat respons.
Penentu Rektor Unhas
Kepala Bidang Humas Unhas, Ishaq Rahman menjelaskan, dari total 19 anggota MWA Unhas, hanya 17 orang yang memiliki hak suara dalam pemilihan rektor.
Dua anggota yang tidak memiliki hak pilih adalah rektor yang sedang menjabat Prof Jamaluddin Jompa dan Ketua Senat Unhas, Prof Baharuddin Thalib.
"Sesuai aturan rektor yang masih menjabat dan ketua senat tidak memiliki hak suara, tetapi tetap hadir dalam rapat MWA," kata Ishaq.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes
-
SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai
-
JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!
-
Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan
-
Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan