- Bakamla RI bersama masyarakat membersihkan material longsor di jalan Sawang-Makoa Pulau Siau setelah banjir bandang pada 5 Januari.
- Bakamla RI juga mendistribusikan kebutuhan pokok dan mengevakuasi lima warga cedera ke Manado menggunakan KN Singa Laut.
- TNI, pemda, dan masyarakat pada 9 Januari membuka akses jalan dan membersihkan lumpur di Kelurahan Paseng, Siau Barat.
SuaraSulsel.id - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI bersama masyarakat membersihkan akses jalan Kampung/Desa Makoa setelah banjir bandang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut).
Kepala Desa/Kapitalau Kampung Makoa, Kecamatan Siau Siau Barat Selatan Husein Lerah, memberikan apresiasi atas kehadiran Bakamla RI yang terlibat langsung dalam kerja bakti pembersihan material longsor di ruas jalan Sawang-Makoa.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kehadiran Bakamla RI," kata Husein Lerah di Siau, Sabtu (10/1).
Husein mengatakan upaya pembersihan material longsor yang menutupi ruas jalan tersebut berlangsung selama lima hari, sehingga bantuan personel Bakamla sangat berarti.
Ia menjelaskan terdapat dua titik longsor di jalur utama Sawang–Makoa dengan volume material yang cukup banyak, sehingga proses pembersihan membutuhkan tenaga tambahan dan waktu yang tidak singkat.
“Material longsor cukup banyak dan menutup badan jalan. Dengan adanya bantuan personel Bakamla, pekerjaan menjadi lebih ringan dan kami berharap akses jalan ini bisa segera dibuka kembali,” katanya.
Menurut Husein, terputusnya akses jalan akibat longsor berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama distribusi bahan kebutuhan pokok dan mobilitas warga antar-wilayah.
“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Kampung Makoa, kami menyampaikan terima kasih kepada Bakamla RI atas kepedulian dan keterlibatan secara langsung di lapangan,” ujarnya.
Bakamla RIjuga mendistribusikan bahan kebutuhan pokok dan personel di Kabupaten Kepulauan Sitaro menggunakan KN Singa Laut untuk membantu pemulihan setelah terjadi banjir bandang pada Senin (5/1) dini hari.
Baca Juga: Korban Meninggal Banjir Bandang Pulau Siau jadi 17 Orang, 2 Warga Hilang
KN Singa laut juga membantu mengevakuasi lima warga Siau yang mengalami cedera untuk mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit yang ada di Kota Manado.
TNI Buka Jalan
Pada Jumat (9/1) Prajurit Kodam XIII/Merdeka, pemerintah daerah, dan masyarakat membuka akses jalan serta membersihkan material lumpur usai banjir bandang di Kelurahan Paseng, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.
"Pembukaan akses jalan tersebut untuk membantu percepatan pemulihan lingkungan dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat pascabencana," kata Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Inf Daniel ES Lalawi di Manado.
TNI, pemda, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan sisa material lumpur yang menutup akses jalan dan masuk ke rumah-rumah penduduk.
Selain pembersihan, prajurit juga membantu mengevakuasi serta memindahkan perabotan warga ke tempat yang lebih aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar
-
25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
-
Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September