- Ketua DPRD Soppeng diduga menganiaya ASN bernama Rusman terkait penempatan PPPK, yang kemudian dilaporkan ke polisi.
- Partai Golkar Sulsel akan memproses internal ketua DPRD tersebut jika laporan penganiayaan terbukti setelah klarifikasi resmi.
- Penganiayaan terjadi pada 24 Desember 2025 di kantor BKPSDM Soppeng karena masalah penempatan pegawai tertentu.
SuaraSulsel.id - Ketua DPRD Kabupaten Soppeng Andi Muhammad Farid berpotensi diproses pimpinan partainya atas dugaan menganiaya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Soppeng bernama Rusman yang dipicu penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
"Kalau ada laporan (penganiayaan), tentu kita proses dulu di internal partai. Kita lihat, kita panggil yang bersangkutan. Kita klarifikasi apakah benar atau tidak," ujar Plt DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Muhiddin Muhammad Said saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (5/1).
Ia mengaku sudah mendapatkan kabar bahwa yang bersangkutan telah dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan.
Meski demikian, pihaknya belum bisa berkomentar lebih jauh karena belum ada yang melapor kepadanya soal itu.
"Tidak apa-apa kalau dilaporkan. Tapi saya belum bisa komentar, karena belum ada yang melapor langsung ke saya dan belum ada laporan ke saya," tuturnya.
Berkaitan hal tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan untuk menyelesaikan kasusnya.
Sebab, ada hukum praduga tak bersalah kepada seseorang bila mana menerima tuduhan tersebut.
"Tidak bisa seseorang begitu saja dituduh melakukan penganiayaan. Itu kan melanggar undang-undang. Silakan, kedua-duanya yang bersangkutan bisa melapor. Saya sendiri belum tahu persis masalahnya, karena yang dikenai juga belum melapor ke saya," ujarnya.
Kendati demikian, bila mana nantinya bersangkutan terbukti melakukan perbuatan tercela tersebut, maka sesuai dengan mekanisme Partai Golkar akan diproses lebih lanjut, termasuk dikenakan sanksi.
Baca Juga: Bakri Terima SK PPPK Setelah 38 Tahun Jadi Penjaga Sekolah
Sebelumnya, korbannya Rusman menjabat Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Kabupaten Soppeng mengaku dianiaya oleh bersangkutan pada 24 Desember 2025.
Pengakuan penganiayaan itu disampaikan melalui media sosial hingga viral bahkan melaporkannya ke polisi.
Dugaan penganiayaan itu pada pukul 16.00 WITA di Kantor BKPSDM Kabupaten Soppeng.
Saat itu, Andi Muhammad Farid bersama rekannya mendatangi ruangannya mempertanyakan dasar penempatan orangnya diketahui seorang ASN berinisial ABN.
Selain itu, persoalan lainnya soal penempatan terhadap delapan PPPK Paruh Waktu.
Anak mantan Bupati Soppeng dua periode Andi Kaswadi Razak ini lalu keberatan karena orang-orangnya seperti sopir sampai ajudannya tidak ditempatkan di Sekretariat DPRD Soppeng.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah
-
Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi
-
Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan
-
Dosen Menangis Berujung Pengeroyokan Brutal di Fakultas Teknik Untad