- BMKG menetapkan status awas curah hujan tinggi di tujuh daerah Sulsel karena potensi banjir dan tanah longsor Januari 2026.
- BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi (hingga 4,0 meter) di perairan Indonesia akibat Siklon Tropis TC Iggy.
- BPBD Sulsel meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi tersebut.
BMKG menilai wilayah-wilayah tersebut memiliki risiko tinggi terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.
Perahu nelayan berpotensi terdampak ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter, sementara kapal tongkang berisiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter
Kondisi gelombang tinggi ini dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis TC Iggy yang terpantau di Samudra Hindia selatan wilayah DIY-Jawa Tengah. Sistem ini memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah perairan Indonesia.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara hingga timur dengan kecepatan 6-35 knot, sementara di Indonesia bagian selatan angin dominan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 8-35 knot.
BMKG menegaskan, peringatan dini yang dikeluarkan bersifat dinamis dan dapat diperbarui sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi atmosfer.
Informasi cuaca dan maritim terbaru dapat diakses melalui situs maritim.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta layanan Call Center 196
Menanggapi peringatan BMKG tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, Amson Padolo meminta seluruh pemerintah daerah dan masyarakat tidak menganggap remeh status awas yang telah ditetapkan.
"Status awas ini artinya potensi bencana cukup tinggi. Kami minta pemerintah kabupaten dan kota segera melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan, mulai dari pengecekan daerah rawan banjir, kesiapan personel, hingga peralatan evakuasi," ujar Amson.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, daerah rendah, serta kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiap melakukan evakuasi mandiri jika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.
Baca Juga: Tinggi Gelombang Sulawesi Utara Capai 2,5 Meter, Ini Daftar Wilayah yang Harus Siaga
"Kami mengimbau warga agar selalu memantau informasi cuaca resmi dan tidak memaksakan aktivitas di area berisiko saat kondisi cuaca ekstrem," tambahnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Ini Daftar Tokoh Penentu Rektor Unhas Periode 2026-2030
-
Pemilihan Rektor Unhas Digelar di Jakarta, Libatkan Menteri dan CEO Freeport
-
Polri Sebut Penangkapan Jurnalis di Morowali Tidak Terkait Profesi
-
3.377 Gempa Guncang Sulawesi Utara Sepanjang 2025: Ini Lokasi Paling Rawan!
-
16 Tewas dan Puluhan Warga Hilang, Pulau Siau Tanggap Darurat