- BMKG menyatakan aktivitas sesar Kolaka South 1 menyebabkan gempa tektonik magnitudo 3,4 di Muna dan Muna Barat, Sultra.
- Gempa terjadi Minggu (4/1) pukul 18.55 Wita, berpusat di darat 9 km Utara Muna, kedalaman 7 km.
- Guncangan skala intensitas II-III MMI dirasakan warga; hingga kini belum ada laporan kerusakan berarti.
SuaraSulsel.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas sesar menyebabkan gempa bumi di Kabupaten Muna dan Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala BBMKG Wilayah IV Irwan Slamet saat dihubungi di Kendari, mengatakan bahwa gempa bumi tersebut terjadi sekitar pukul 18.55 Wita.
"Wilayah Lasalepa dan Watopute Kabupaten Muna, serta wilayah Kusambi Kabupaten Muna Barat diguncang gempa bumi tektonik," kata Irwan Slamet, Minggu (4/1).
Dia menyebutkan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 3,4.
Sedangkan, episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 4,75 Lintang Selatan (LS), 122,71 Bujur Timur (BT).
"Atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 9 kilometer Utara Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 7 kilometer," ujarnya.
Irwan Slamet menyampaikan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Kolaka South 1.
Irwan Slamet mengungkapkan bahwa berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap dan laporan masyarakat, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Lasalepa dan Watopute Kabupaten Muna, serta Kecamatan Kusambi Kabupaten Mubar dengan skala intensitas II-III MMI.
"Atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan digantung bergoyang, dan getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk yang berlalu," ungkap Irwan Slamet.
Baca Juga: BMKG Minta 12 Daerah di Sulawesi Selatan Waspada
Ia menjelaskan jika hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
"Hingga pukul 20.15 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan," jelasnya.
Irwan Slamet menambahkan, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat hanya menerima informasi dari media atau kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah Kota Makassar Jumat 20 Februari 2026
-
Karyawan BRILink di Luwu Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, CCTV Ungkap Wajah Pelaku
-
Jadwal Buka Puasa Kota Makassar dan Sekitarnya 1 Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
-
TPP ASN Sulsel Dipotong, Pemprov Tegaskan Gaji Pokok dan Hak Wajib Tetap Aman
-
Liburan Berakhir Tragis: 2 Turis Asing Diusir dari Indonesia Karena Tak Mampu Bayar Denda Overstay