- Audiensi KPRPI di Makassar pada 16 Desember 2025 menyoroti praktik calo rekrutmen Polri sebagai perusak kepercayaan publik
- Pakar hukum menyoroti lemahnya pengawasan rekrutmen yang memungkinkan praktik pembayaran dan pemerasan calon anggota polisi
- KPRPI mencatat keluhan masyarakat tentang Polri yang terlalu politis, adanya pemerasan, dan perlunya perubahan kultur humanis
SuaraSulsel.id - Praktik calo dalam rekrutmen calon bintara hingga perwira dinilai menjadi salah satu akar persoalan yang menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Kegelisahan tersebut menguat dalam audiense Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Indonesia (KPRPI) bersama sejumlah akademisi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Universitas Hasanuddin Makassar, Selasa, 16 Desember 2025.
Forum ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat menyampaikan keluhan, termasuk soal praktik calo seleksi polisi yang terus berulang dari tahun ke tahun.
Pakar hukum Universitas Hasanuddin, Prof Aminuddin Ilmar yang hadir sebagai penanggap, secara tegas menyoroti persoalan rekrutmen Polri.
Ia menyebut, praktik pembayaran dalam penerimaan calon anggota polisi sudah lama menjadi rahasia umum.
"Kami mengusulkan beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam rekrutmen calon bintara dan perwira. Salah satu yang paling mendesak adalah banyaknya praktik pembayaran dalam penerimaan calon siswa polisi," kata Aminuddin saat dihubungi usai pertemuan itu.
Menurutnya, laporan terkait dugaan calo dan pemerasan dalam seleksi Polri terus bermunculan setiap musim penerimaan. Kondisi ini, kata dia, harus menjadi perhatian serius KPRPI sebagai tim yang diberi mandat mempercepat reformasi kepolisian.
"Ada banyak kasus, banyak laporan. Jangan sampai setiap penerimaan kita selalu mendapat informasi ada oknum yang memanfaatkan kesempatan, mengiming-imingi lewat calo atau bahkan memeras calon peserta," ujarnya.
Aminuddin menilai persoalan ini tidak bisa dilihat semata sebagai ulah individu. Lemahnya sistem pengawasan rekrutmen dinilai membuka ruang bagi oknum panitia, perantara, maupun pihak luar untuk bermain.
Baca Juga: Mengapa Warga Lebih Percaya Damkar daripada Polisi? Yusril Ihza Angkat Bicara Soal Fenomena Ini
"Ini harus diperbaiki dari hulu ke hilir. Mulai dari level panitia penerimaan, oknum perantara, sampai sistem pengawasan yang selama ini masih lemah," tegasnya.
Ia juga menyoroti dampak sosial dari praktik tersebut. Terutama bagi calon anggota Polri yang berasal dari keluarga kurang mampu.
"Kasihan calon anggota dari keluarga tidak mampu kalau sistem rekrutmen masih seperti ini. Mereka yang sebenarnya berpotensi justru tersingkir karena tidak punya uang," katanya.
Selain rekrutmen, Aminuddin menekankan pentingnya pembinaan dan pengawasan terhadap praktik penyimpangan yang dilakukan oknum polisi setelah mereka resmi bertugas. Menurutnya, rekrutmen yang kotor akan melahirkan aparat yang sejak awal terbebani motif pengembalian modal.
Isu calo seleksi polisi bukan tanpa dasar. Beberapa bulan lalu, publik dihebohkan dengan kasus dugaan penipuan seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) di Makassar yang melibatkan seorang bos skincare.
Korban bernama Gonzalo (19) dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp4,9 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup
-
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah