- Tanpa Diskriminasi, Pelayanan Prima RSUD Daya Respons Cepat Layani Pasien Ikram, Tuai Pujian
- Kebijakan Wali Kota Appi Berbuah Nyata, RSUD Daya Prioritaskan Nyawa di Atas Administrasi
- Ditolak Berkali-kali, Muh Ikram Anak Yatim Akhirnya Diselamatkan, RSUD Daya Dipuji Warganet
Lanjut dia, seharusnya, Ikram hanya memikirkan pendidikan dan masa depannya, bukan berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa.
Kondisinya semakin memburuk ketika cairan dan gumpalan darah ditemukan di bagian dadanya, disertai usus yang mengalami diduga alami sakit akibat kronis.
Dalam kondisi kritis tersebut, Yuni membawa Ikram bersama pengurus panti sempat berkeliling mencari pertolongan medis.
Namun, sejumlah rumah sakit menolak memberikan penanganan dengan alasan, Ikram katanya, tidak memiliki kartu BPJS.
Melihat kondisi Ikram yang terus memburuk, Yuni mengaku mencoba lagi membawa Ikram berobat ke sebuah klinik. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Bahkan, Ikram sempat dibawa ke klinik hingga tiga kali, namun rasa sakit yang dialaminya tidak kunjung tertangani secara maksimal.
"Sudah tiga kali kami bawa ke klinik, dikasih obat, tapi sakitnya tetap ada. Di klinik juga bilang tidak tertangani sakitnya," terangnya.
Tak menyerah, Yuni bersama pengurus panti kemudian membawa Ikram ke beberapa rumah sakit swasta dan Pemerintah kembali.
Namun, upaya itu kembali menemui jalan buntu. Tercatat, Ikram sempat dibawa ke tiga rumah sakit berbeda, namun tidak mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.
Baca Juga: 5 Ide Liburan Keluarga Anti Bosan Dekat Makassar Sambut Akhir Tahun
"Yang paling sedih, di rumah sakit pertama kami ditanya soal BPJS. Mereka bilang tidak bisa dilayani karena hanya melayani pasien BPJS," kenangnya dengan suara bergetar.
Penolakan serupa kembali dialami di rumah sakit berikutnya. Ketiadaan kartu BPJS menjadi alasan utama Ikram tidak mendapat penanganan, meski kondisinya saat itu sudah sangat membutuhkan pertolongan medis.
Dalam kondisi kebingungan dan putus asa, Yuni akhirnya menghubungi salah satu kerabatnya. Dari sanalah ia mendapat saran untuk membawa Ikram ke RSUD Daya Makassar, rumah sakit milik Pemerintah Kota Makassar.
"Waktu itu tante saya bilang, kalau tidak ada BPJS ini, bawa saja ke RSUD Daya. Saya sempat ragu tapi saya beranikan diri kesana," tuturnya.
Di tengah keputusasaan itu, harapan akhirnya muncul ketika Ikram diarahkan ke RSUD Daya Makassar. Di rumah sakit inilah ia mendapat penanganan medis yang layak, tanpa diskriminasi administratif.
Ikram akhirnya dirawat di RSUD Daya pada hari Minggu lalu. Setibanya di rumah sakit tersebut, Yuni mengaku terkejut sekaligus terharu karena Ikram langsung mendapatkan pelayanan tanpa ditanya soal administrasi.
Berita Terkait
-
5 Ide Liburan Keluarga Anti Bosan Dekat Makassar Sambut Akhir Tahun
-
Intip Konsep Unik Klinik Gigi Medikids Makassar, Bikin Anak Betah
-
Sengketa Tanah Makassar: Hadji Kalla Lapor Polisi, GMTD Gugat Perdata
-
'Tidak Ada Tim yang Tidak Bisa Dikalahkan!' Motivasi Uston Nawawi Hadapi PSM
-
Jadwal Laga Tunda Pekan ke-4: PSM Makassar hadapi Persebaya
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Diperiksa Kasus Dugaan Kekerasan Anak, Oknum TNI AD di Kendari Kabur Saat Diinterogasi
-
Dukung Makan Bergizi Gratis, Unhas Siap Jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur
-
Makassar Bakal Kehabisan Tempat Pemakaman di 2028, Apa Langkah Pemkot?
-
Teror Kejahatan di Kota Makassar Kian Marak, Apa Pemicunya?
-
Unhas Kampus Pertama Kelola MBG, Rektor: Ini Laboratorium Nyata Bagi Kami