- Seorang warganet berinisial RR mengungkap pelecehan dialaminya pada 2009 oleh pegawai kebersihan PLN di Makassar saat berusia delapan tahun.
- RR termotivasi mengungkap trauma setelah kasus komika Eky Priyagung, meski upaya perlawanan masa kecilnya tidak berhasil.
- PLN menyatakan empati dan mengonfirmasi pelaku adalah eks pekerja alih daya, sementara polisi siap menindaklanjuti jika ada bukti.
Ia kemudian mencoba mengikuti les karate berharap fisiknya lebih kuat untuk melawan. Tetapi tubuhnya yang mudah sakit dan sempat diopname membuat ia berhenti. Ilham tetap saja menyentuhnya.
Trauma itu tumbuh bersama dirinya, hingga membuatnya sempat ingin mengakhiri hidup saat duduk di sekolah.
"Saya pernah mencoba lompat dari gedung sekolah. Berharap mati agar tak perlu bertemu Ilham lagi," ungkapnya.
Dalam unggahannya, RR mengaku tidak pernah menceritakan kejadian itu kepada orang tua atau siapa pun. Baginya, jika orang dewasa di sekitarnya dulu tidak melihat atau tidak menolong, ia merasa cerita itu pun tidak akan berguna.
Dorongan dari Kasus Komika Eky Priyagung
Keberaniannya mengungkap pengalaman ini muncul setelah melihat perjuangan komika Eky Priyagung yang berhasil menyeret pelaku kekerasan seksual yang menimpanya tiga puluh tahun silam ke jalur hukum.
Kasus Eky memberi RR penguatan bahwa penyintas kekerasan seksual masa lalu tetap berhak untuk bicara, diakui, dan didengar.
"Sekarang saya sudah dewasa dan orang-orang lebih peka. Tidak boleh lagi ada orang seperti Ilham berkeliaran," tulis RR.
Hingga kini, RR mengaku tak mengetahui keberadaan Ilham. Namun ia menegaskan bahwa suat wajah pelaku sesaat sebelum mencium dirinya masih sangat membekas 16 tahun kemudian.
Baca Juga: 9 Orang Terombang-ambing di Selat Makassar Diselamatkan Kapal Perang TNI AL
PLN Sampaikan Empati
Menanggapi kisah yang viral tersebut, Ketua Srikandi PLN UID Sulselrabar, Yuli Ashaniais Ramadani menyampaikan keprihatinan mendalam atas pengalaman traumatis yang diceritakan RR.
"PLN memahami bahwa pengalaman tersebut memberikan dampak signifikan terhadap kondisi psikologis yang bersangkutan, termasuk tekanan yang pernah dialaminya," kata Yuli saat dikonfirmasi, Rabu, 26 November 2025.
PLN mengonfirmasi bahwa pelaku yang disebutkan RR merupakan eks pekerja alih daya, bukan pegawai organik PLN.
Sebagai bentuk dukungan moral, manajemen dan tim Srikandi PLN telah mengunjungi RR dan keluarganya untuk mendengarkan cerita secara langsung.
Kunjungan itu, kata Yuli, dilakukan untuk menunjukkan empati dan memastikan penyintas tidak menjalani proses pemulihan sendirian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
4 Jalur SPMB Sulsel 2026: Cek Kuota dan Syarat Lengkap Zonasi hingga Prestasi
-
Gubernur Sulbar Ancam Cabut Izin 13 Perusahaan Sawit
-
Pemprov Sulsel Hibahkan Mobil Operasional untuk Kemenhaj
-
10 Kandidat Berebut 5 Kursi Pimpinan Baznas Makassar
-
Hak Angket Bupati Gowa Memanas, DPRD dan Pansus Digugat ke Pengadilan