- Kelapa Dalam Igo Ratu dari Ternate, Malut, unik karena ukurannya kecil sebatas kepalan tangan dewasa.
- Tandan Igo Ratu dapat menghasilkan ratusan buah kelapa, berbeda dari kelapa biasa yang jumlahnya sedikit.
- Kemenkumham Malut mendorong perlindungan indikasi geografis untuk mencegah pemalsuan dan menjaga kualitas produk khas.
SuaraSulsel.id - Kelapa Dalam Igo Ratu Takome yang berasal dari Kelurahan Takome, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) memiliki keunikan dibandingkan jenis kelapa lainnya.
Sebab ukurannya hanya sekepal tangan orang dewasa dan memiliki potensi indikasi geografis dilindungi.
Kakanwil Kemenkum Malut, Budi Argap Situngkir melalui siaran pers, menyampaikan pentingnya pelindungan atas ragam potensi indikasi geografis masyarakat Malut, terutama pelindungan kekayaan intelektual komunal di antaranya potensi indikasi geografis,
Argap mengatakan, hal ini bertujuan untuk melindungi produsen dan konsumen dari pemalsuan produk khas wilayah.
"Selain itu, pelindungan potensi indikasi geografis juga untuk menjaga kualitas dan kelestarian produk serta wilayah tersebut," ungkap Argap, Senin (24/11).
Seperti dilansir dari pangkalan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum (Kemenkum), kata Igo Ratu berasal dari bahasa Ternate, yang berarti Igo adalah kelapa, sedangkan Ratu bermakna ratusan.
Argap menambahkan bahwa potensi indikasi geografis adalah barang atau produk yang memiliki kualitas, reputasi, atau karakteristik tertentu yang secara substansial terkait dengan lokasi geografis asalnya, namun belum didaftarkan sebagai indikasi geografis.
Dalam mendorong pelindungan kekayaan intelektual, ia mengajak sinergi pemerintah daerah, komunitas masyarakat, kampus, dan seluruh pihak untuk bersama-sama mencatatkan potensi kekayaan intelektual komunal seperti pengetahuan tradisional, ekspresi budaya, potensi indikasi geografis, indikasi asal, dan lainnya.
Sementara itu, salah seorang warga Takome, Kota Ternate, Lukman Muhammad, menjelaskan bahwa kalau kelapa yang biasa ditemui itu hanya 10 sampai 20 buah.
Baca Juga: Perempuan Tewas Bersimbah Darah di Makassar Ternyata Pengusaha Kelapa Sawit
"Sementara Kelapa Igo Ratu Takome dalam satu oki (tandan) bisa 100 sampai 300 buah, makanya disebut Ratu, dan dalam setahun biasanya 4 hingga 5 kali panen," ucap Lukman yang menanam kelapa jenis Igo Ratu sejak 1983 ini.
Keunikan Kelapa Igo Ratu membuat Dinas Pertanian Pemerintah Kota Ternate mengusulkan pencatatan sebagai potensi indikasi geografis pada DJKI sehingga kini dilindungi oleh negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Latihan Pestapora Makassar Segera Digelar, Simak Cara Beli Tiket dan Nikmati Promo BRImo
-
Gubernur Sulsel Mulai Proyek Rp5,9 Miliar Demi Tuntaskan Banjir Luwu Utara
-
Pemprov Sulsel Ganti Rugi Lahan Bandara Bua Rp17,5 Miliar
-
Beli Sunscreen Wardah Online Original Hanya di Blibli, Cek Varian Sesuai Kulitmu
-
Kabar Baik untuk PPPK yang Gaji Sering Terlambat, Pusat Turun Tangan