- Kementerian Agama menggerakkan perguruan tinggi Islam melalui forum akademik internasional di UIN Alauddin Makassar pada 17 November 2025 untuk mendorong solusi damai konflik global.
- Forum ini merupakan wadah merumuskan gagasan kontributif Indonesia setelah sikap tegas Presiden Prabowo mengenai solusi dua negara dan kesiapan pasukan perdamaian.
- Dukungan Indonesia terhadap Palestina didasarkan konstitusi, agama, dan kemanusiaan, ditunjukkan melalui bantuan kemanusiaan serta kesiapan mengirim 20.000 personel penjaga perdamaian.
SuaraSulsel.id - Upaya memperkuat diplomasi Indonesia dalam isu Gaza memasuki babak baru. Kementerian Agama (Kemenag) menggerakkan perguruan tinggi Islam di Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam mendorong solusi damai bagi konflik global.
Melalui sebuah forum akademik internasional yang digelar di UIN Alauddin Makassar, Senin, 17 November 2025, Kemenag menempatkan perguruan tinggi sebagai ruang produksi gagasan yang dapat berkontribusi pada stabilitas dunia.
Forum ini menjadi yang pertama dari rangkaian seminar internasional yang akan berlangsung di empat kampus UIN.
Semuanya diarahkan sebagai wadah merumuskan kembali pandangan Indonesia tentang perdamaian, terutama setelah pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai solusi dua negara mengundang respons global.
Krisis Gaza disebut bukan lagi sekadar konflik lokal antara dua pihak. Tetapi sudah berubah menjadi barometer moral dunia, menguji legitimasi hukum internasional dan kemampuan global menghentikan kekerasan.
Rangkaian serangan yang menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan fasilitas publik dianggap sebagai tragedi kemanusiaan terbesar dalam satu dekade terakhir.
Dalam forum tersebut, pembicara menekankan bahwa kebuntuan diplomasi global mendorong munculnya inisiatif baru dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sikap Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB yang menyerukan implementasi solusi dua negara, kesiapan pengerahan pasukan perdamaian, hingga penegasan bantuan kemanusiaan disebut sebagai salah satu intervensi paling jelas dari negara berkembang dalam forum internasional.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menyebut bahwa resonansi pernyataan Presiden Prabowo di PBB menjadi salah satu alasan Kemenag merasa perlu membangun forum akademik ini.
Baca Juga: Gus Elham Viral, Menteri Agama: Tindakan Bertentangan Moralitas Musuh Bersama
Menurutnya, respons dari negara-negara lain menunjukkan bahwa suara Indonesia masih dipercaya sebagai energi moral di tengah konflik.
"Banyak sahabat saya dari luar negeri menelepon. Mereka menilai pernyataan Presiden Prabowo memberikan arah baru. Ada yang menyebutnya the Prabowo’s solution. Bahkan, ada penulis luar negeri yang menyebut beliau sebagai the second Soekarno," ujar Nasaruddin.
Ia menambahkan bahwa Indonesia tidak hanya berbicara, tetapi juga menawarkan langkah konkret, termasuk kesiapan mengirim hingga 20.000 personel perdamaian jika dimandatkan PBB.
"Beliau menawarkan satu paket lengkap. Dukungan politik, moral, dan jika diperlukan, kehadiran fisik untuk menjaga perdamaian," terangnya.
Wakil Menteri Luar Negeri, Muhammad Anis Matta menegaskan bahwa dukungan Indonesia kepada Palestina didasarkan pada tiga fondasi. Amanat konstitusi, nilai agama, dan rasa kemanusiaan.
Indonesia, katanya, berdiri bersama Palestina jauh sebelum konflik Gaza mencapai puncaknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Disikat Lagi oleh Kejati
-
Mark-up hingga Peserta Fiktif, Daftar Modus Korupsi Balai Pelatihan Dibongkar Kejati Sulsel
-
Gerakan Pangan Murah Nasional Digelar di Makassar
-
Bukan ke DPR, Masyarakat KTI Lebih Senang Salurkan Aspirasi di Media Sosial
-
Jalur 'Neraka' Gowa Kini Mulus, Punya Jalur Khusus Pesepeda dan Pejalan Kaki