- Pelaku utama penculikan Bilqis, Sri Yuliana, diduga pernah menjual tiga dari lima anak kandungnya seharga Rp100 ribu per anak pada 2022–2023
- Fakta penjualan anak kandung Sri terungkap dari pengakuan salah satu dari dua anak tersisa yang kini berada di Rumah Aman Makassar
- Dua anak kandung pelaku ternyata digunakan untuk memancing korban Bilqis agar bersedia diajak bermain sebelum akhirnya dibawa pergi dan dijual
SuaraSulsel.id - Pengungkapan kasus penculikan Bilqis, bocah empat tahun yang dibawa dari Kota Makassar hingga ke pedalaman Jambi, terus memunculkan fakta-fakta baru yang mengejutkan.
Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku utama Sri Yuliana (30) ternyata bukan pertama kali terlibat dalam jual-beli anak. Ia bahkan diduga pernah menjual tiga dari lima anak kandungnya sendiri dengan harga Rp100 ribu per anak.
Informasi mencengangkan ini disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto.
Ia menyebut hasil interogasi mengungkap latar belakang keluarga Sri Yuliana yang penuh masalah.
Sri menikah dengan lelaki berinisial OD pada 2016 dan dikaruniai lima anak. Namun rumah tangga keduanya tak bertahan lama.
"Tersangka SY menikah dengan Lelaki OD pada tahun 2016, dikaruniai 5 orang anak," kata Didik.
OD kemudian pisah ranjang dan merantau ke Papua, meninggalkan Sri dan kelima anak mereka di Makassar.
Dalam kondisi ekonomi sulit dan tanpa dukungan suami, Sri diduga menyerahkan tiga anak kandungnya kepada orang tak dikenal di kawasan Jalan Malengkeri, Makassar, pada 2022-2023.
Menurut Didik, ketiga anak tersebut berinisial RT, RJ, dan P, diserahkan dengan dalih adopsi. Ironisnya, untuk tiga nyawa itu Sri hanya menerima Rp300 ribu, atau sekitar Rp100 ribu per anak.
Baca Juga: Nusron Wahid Bongkar 'Permainan' BPN di Sengketa Lahan Kalla vs GMTD
"Hanya menerima uang Rp300 ribu," ungkap Didik.
Setelah menjual tiga anaknya, Sri kemudian merawat dua anak yang tersisa, yakni FB dan FS. Namun keduanya kini telah diamankan di Rumah Aman Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar demi perlindungan.
Temuan lain juga muncul dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku lain, Nadia Hutri (29).
Dari pendalaman polisi, Nadia ternyata bukan hanya menjual Bilqis ke Jambi, tetapi juga sebelumnya diduga terlibat dalam jual-beli anak ke provinsi lain. Yang terungkap saat ini, ia pernah menjual anak ke Bali dan Batam.
"Ini yang masih kami dalami dan kembangkan dengan kepolisian di provinsi lain," kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Nasrullah.
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar juga mengungkap dugaan keterlibatan pasangan asal Jambi, Meriana dan Adit Saputra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Desain Ulang Jembatan Barombong, Konsep Kembar Berubah?
-
KKB Bakar Pesawat di Kabupaten Yahukimo, Pilot Dikabarkan Tewas
-
1.184 Gempa Guncang Sulawesi Utara Sepanjang Mei
-
Remaja di Makassar Rekayasa Penculikan Sendiri, Kirim Voice Note Menangis Minta Tebusan Rp5 Juta
-
6 Kepala Sekolah di Makassar Mengaku Jadi Korban Jual Beli Jabatan