Muhammad Yunus
Selasa, 11 November 2025 | 13:07 WIB
Ilustrasi: Banjir rob di Kecamatan Dente Teladas, Tulang Bawang [Suara.com/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Air laut meluap dan menggenangi pemukiman warga di Kelurahan Maesa
  • Warga terdampak, terdapat satu ibu hamil, dua bayi, sebelas balita, dan tiga lansia
  • BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah turun ke lapangan melakukan asesmen

SuaraSulsel.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir rob.

Terjadi di Kelurahan Maesa, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, pada Senin (10/11) malam.

“Dari total warga terdampak, terdapat satu ibu hamil, dua bayi, sebelas balita, dan tiga lansia. Meski begitu tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Akris Fattah Yunus, di Palu, Selasa (11/11).

Ia mengatakan banjir rob terjadi akibat air laut pasang yang bersamaan dengan curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan air laut meluap dan menggenangi pemukiman warga di Kelurahan Maesa.

Menurut dia, banjir sempat mengganggu aktivitas warga, namun air sudah surut dan situasi di wilayah tersebut kini berangsur normal.

“Saat ini air sudah mulai surut dan situasi di wilayah tersebut kini berangsur normal,” katanya.

Ia menerangkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah turun ke lapangan melakukan asesmen untuk langkah penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil asesmen, kata dia, kebutuhan mendesak yakni perbaikan saluran pembuangan air dan pembangunan tanggul penahan air laut guna mencegah banjir rob terulang kembali.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi air laut pasang dan curah hujan tinggi. (Antara)

Baca Juga: Krisis Gaji P3K di Donggala, Ini Kata Gubernur Sulteng

Load More