- Keberadaan mafia pangan dan koruptor tidak boleh dibiarkan
- Bersatu melawan segala bentuk praktik mafia yang berpotensi melemahkan kedaulatan pangan
- Berbagai langkah dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan petani terhadap pemerintah
SuaraSulsel.id - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, komitmennya membela petani dan rakyat Indonesia dengan berada di garda terdepan melawan praktik mafia pangan yang merugikan kepentingan nasional dan ketahanan pangan negara.
Amran menuturkan, keberadaan mafia pangan dan koruptor tidak boleh dibiarkan karena dapat mengganggu stabilitas ekonomi serta menurunkan semangat petani dalam meningkatkan produksi hasil pertanian di seluruh wilayah Indonesia.
”Kami adalah pelayan masyarakat. Kami bela petani, bela rakyat Indonesia. Tetapi, seluruh mafia dan koruptor yang mengganggu Republik Indonesia, aku yang terdepan lawan mereka," kata Mentan di sela menerima kunjungan Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) sebagaimana keterangan di Jakarta, Kamis (6/11).
Ia menekankan, seluruh pihak harus bersatu melawan segala bentuk praktik mafia yang berpotensi melemahkan kedaulatan pangan, mengganggu distribusi hasil panen, dan menciptakan ketidakadilan di sektor pertanian nasional.
"Tidak boleh ada mafia berkeliaran mengganggu NKRI. Segala bentuk mafia harus kita lawan bersama-sama,” tegasnya.
Mentan juga menegaskan jajaran Kementerian Pertanian akan terus menegakkan aturan secara tegas dan transparan untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaan program pemerintah di sektor pertanian.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya melindungi petani Indonesia sekaligus memastikan seluruh program peningkatan produksi pangan nasional berjalan optimal demi mewujudkan kedaulatan dan kesejahteraan petani di seluruh negeri.
Sementara itu, Apkarindo menyatakan dukungan penuh kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam langkah tegasnya melawan mafia yang selama ini merugikan petani.
”Kita support Pak Menteri melawan mafia untuk membela para petani di seluruh Indonesia. Selama kebijakan-kebijakan itu pro terhadap petani, kami akan support, dukung, bahwa Pak Menteri bersama kami, para petani,” kata Ketua Umum Apkarindo Irfan Ahmad Fauzi.
Baca Juga: Untuk Apa Kementan Kucurkan Rp281 Miliar untuk Sulawesi Selatan?
Menurutnya keberanian Mentan Amran melawan praktik mafia di sektor pertanian merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada petani.
Selain itu, berbagai langkah yang dilakukan telah mengembalikan kepercayaan petani terhadap pemerintah.
Mulai dari penurunan harga pupuk, pencabutan izin pengecer dan distributor yang melanggar ketentuan harga eceran tertinggi (HET), penyesuaian harga pembelian pemerintah (HPP) gabah, serta penegakan hukum terhadap pelanggar.
”Saya kira energi yang disampaikan oleh Pak Menteri ke kami untuk bersama petani. Jangan lukai para petani di Indonesia, khususnya para petani karet,” ungkapnya.
Untuk itu, dia menegaskan pihaknya mendukung Kementan dalam mengawal berbagai kebijakan di lapangan.
Selain itu, ia juga menekankan komitmen untuk mengawasi jika terdapat pelanggaran dari kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
250 Pengemudi Ojol di Makassar Dapat BBM Gratis
-
Mendagri Punya Waktu 30 Hari untuk Copot Bupati Gowa, Ini Alasannya
-
Uji Coba Sistem Rujukan Baru JKN: Pasien Langsung ke Rumah Sakit Sesuai Penyakit
-
Beli 25 Kg Tapi Cuma Dapat 23,5 Kg? Kecurangan Takaran Beras di Pasar Terbongkar
-
Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan