- Mengembangkan hasil hutan bukan kayu melalui inovasi budidaya jamur tiram
- Dosen Fakultas Kehutanan dengan fokus penelitian pada produk hutan non-kayu
- Jamur tiram memiliki nilai gizi yang baik dan sangat potensial dikembangkan sebagai pangan sehat
Proses pembuatan jamur tiram sendiri dimulai dari pemanfaatan serbuk gergaji kayu berwarna putih yang diolah, dicampur dengan kapur dan dedak, kemudian ditambahkan mikroba untuk mempercepat pelapukan.
Setelah melalui proses fermentasi selama 3–7 hari, campuran dimasukkan ke dalam baglog dan disterilisasi sebelum diinokulasi dengan bibit jamur.
Menariknya, bibit jamur yang digunakan berasal dari hutan dan dikembangkan dalam media buatan yang menyerupai habitat aslinya.
Beberapa pembeli bahkan sudah memanfaatkan jamur hasil produksi ini sebagai bahan baku makanan olahan seperti jamur krispi dan obat-obatan.
Ke depan, Baharuddin menyampaikan rencana inovasi berupa penggunaan teknologi penyemprotan otomatis yang dapat dikendalikan melalui perangkat gadget, guna meningkatkan efisiensi perawatan jamur.
“Kami berharap akan ada dukungan tenaga kerja yang fokus mengelola budidaya jamur tiram agar kegiatan ini tetap berkelanjutan, memiliki nilai profit, dan terus menjadi bahan penelitian. Selain itu, perlu juga penguatan aspek promosi dan pemasaran,” pungkasnya.
Kegiatan budidaya jamur tiram di Kampung Rimba menjadi salah satu bentuk nyata penerapan konsep hasil hutan non-kayu yang berkelanjutan sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan riset terapan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Komnas HAM Desak Polda Sulteng Selidiki Perusak Megalit 1000 Tahun
-
Tradisi Malam Qunut di Gorontalo: Pisang dan Kacang Jadi Rezeki Nomplok Pedagang
-
Puluhan Penyandang Tuli di Gorontalo Khatam Al-Quran Lewat Bahasa Isyarat
-
Megalit 1.000 Tahun Kandidat Warisan Budaya UNESCO Dirusak Penambang Ilegal
-
Kemenag Sultra Imbau Warga Tunda Umrah