- Dugaan tindak pidana korupsi dana hibah senilai Rp9,5 miliar
- Terkait penyimpangan dana hibah di Kota Makassar
- Statusnya sudah naik ke tahap penyidikan setelah dilakukan penyelidikan
SuaraSulsel.id - Tim penyidik pada Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar sedang mengusut dugaan tindak pidana korupsi dana hibah senilai Rp9,5 miliar.
Di Lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
"Saat ini kami sedang melakukan pendalaman dengan mengusut dugaan korupsi di Baznas. Untuk dugaan korupsinya itu terkait penyimpangan dana hibah," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Makassar Arifuddin Achmad saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Rabu 15/10.
Ia menjelaskan, dana hibah tersebut disalurkan sejak 2023-2024 kepada Baznas Makassar.
Sejauh ini, statusnya sudah naik ke tahap penyidikan setelah dilakukan penyelidikan, namun belum ditetapkan ada tersangka.
"Ada beberapa pengurus Baznas sudah diperiksa (penyidik). Itu juga termasuk pihak terkait yang mengetahui soal penggunaan dana hibah itu. Ada sekitar 12 orang telah diminta keterangan," ungkap dia menyebutkan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar ini mengemukakan, dugaan penyimpangan dana hibah ini terungkap setelah dilakukan audit dan penyalurannya tidak sesuai peruntukan dalam aturan.
Arifuddin mencontohkan, misalnya alokasi bantuan dana tersebut semestinya untuk santri dan santriwati, tetapi belakangan digunakan tidak pada peruntukannya atau tidak sesuai sasaran.
"Contoh, dana hibah itu semestinya untuk bantuan santri, tapi malah digunakan untuk keperluan lain, atau pun tidak sesuai peruntukannya," paparnya.
Baca Juga: GIIAS Makassar 2025 Hadir di Venue Baru: Lebih Besar, Lebih Digital, dan Lebih Seru!
Saat ditanyakan dalam kasus ini kapan akan diumumkan penetapan tersangka, kendati sudah ada 12 orang saksi-saksi diperiksa penyidik, kata dia menambahkan, tentu setelah semua penyidikan selesai dan berkas perkaranya rampung, maka segera diekspos tersangkanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
5 Hak Tetangga yang Wajib Anda Tahu Agar Ramadan Berkah
-
MTF Market 'Fasting Forward', Ada Cashback 50 Persen dan Hadiah Menarik dari Transaksi QRIS
-
Modus Penipuan Umrah Rp1,8 Miliar di Kendari, Korban Ratusan Orang
-
Rekomendasi Tunik Lebaran Terlengkap di Promo Ramadhan Blibli
-
Warga Makassar Dilarang Nyalakan Petasan di Akhir Ramadan