- Pemecatan Wahyudin Moridu oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan
- Pengganti antar waktu ditentukan dari calon legislatif partai yang memperoleh suara terbanyak berikutnya di dapil yang sama
- DPD PDIP Gorontalo juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik
SuaraSulsel.id - Pemecatan Wahyudin Moridu oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan tak hanya mencabut statusnya sebagai kader, tetapi juga memaksa kursinya di DPRD Provinsi Gorontalo periode 2024–2029 kosong.
Kini, proses Pergantian Antar Waktu (PAW) segera bergulir untuk mengisi kekosongan tersebut.
Sekretaris DPD PDIP Gorontalo, La Ode Haimudin, menegaskan pihaknya segera menyurati DPRD Provinsi dan KPU Provinsi Gorontalo untuk memproses PAW sesuai aturan.
“Secepatnya kita usulkan. Putusan DPP sudah jelas, Wahyudin bukan lagi anggota partai, otomatis juga bukan anggota DPRD,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).
Mengacu pada regulasi, pengganti antar waktu ditentukan dari calon legislatif partai yang memperoleh suara terbanyak berikutnya di dapil yang sama.
Dari hasil Pemilu 2024 dan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Dapil 6, PDIP memperoleh total 23.272 suara dengan dua kursi DPRD.
Mengutip gopos.id, perolehan suara PDIP di Dapil 6 menempatkan La Ode Haimudin di posisi teratas dengan 8.837 suara, disusul Wahyudin Moridu dengan 5.654 suara, dan Dedy Hamzah dengan 4.952 suara.
Namun, karena kursi Wahyudin harus dicabut, otomatis Dedy Hamzah, caleg dengan suara terbanyak berikutnya, akan naik sebagai pengganti.
Dedy Hamzah sendiri bukan nama baru. Pada Pemilu 2019, ia bahkan menjadi peraih suara terbanyak PDIP di dapil yang sama dengan 13.552 suara.
Baca Juga: Kasus Video 'Rampok Uang Negara', Wahyudin Mengaku Diperas Oknum Wartawan
Meski pada Pemilu 2024 posisinya bergeser akibat dinamika politik dan keputusan Mahkamah Konstitusi soal keterwakilan perempuan, kini ia kembali mendapat peluang melalui mekanisme PAW.
DPD PDIP Gorontalo juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kegaduhan yang dipicu ulah Wahyudin.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Gorontalo. Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk lebih selektif dan berbenah ke depan,” kata La Ode.
Dengan masuknya Dedy Hamzah lewat PAW, diharapkan Fraksi PDIP di DPRD Provinsi Gorontalo tetap solid dan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat yang sempat tercoreng oleh kasus kontroversial Wahyudin Moridu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hadiri Rakorwil Papua Pegunungan, Kaesang Tegaskan Papua Juga Harus Semaju Daerah Lain
-
Buruh Tani dari Kabupaten Maros Jadi Ikon Ibadah Haji Dunia
-
Kejati Kembali Periksa Eks Pj Gubernur Sulsel Kasus Korupsi Nanas
-
BREAKING NEWS: Lokasi PSEL Makassar Tetap di Tamalanrea, Purbaya: Presiden Mau Cepat!
-
Polisi Terima Bukti Foto dan Rekaman Suara Dugaan Perselingkuhan Oknum Dosen dan P3K Bone