- Polres Donggala mengamankan situasi kondusif pasca kerusuhan antara masyarakat dan PT Lestari Tani Teladan pada Jumat malam (6/2).
- Kerusuhan dipicu panen paksa buah sawit oleh ratusan masyarakat Aliansi Desa Toviora, mengakibatkan lima korban luka.
- Pengamanan diperkuat personel gabungan Polda Sulteng serta koordinasi dengan Polres Pasangkayu untuk menarik massa terlibat.
SuaraSulsel.id - Kepolisian Resor (Polres) Donggala memastikan situasi telah kondusif di kebut PT Lestari Tani Teladan (LTT). Pasca kerusuhan antara masyarakat dan pihak perusahaan.
“Saat ini personel gabungan telah melakukan patroli pengamanan di lokasi,” kata Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari dihubungi di Palu, Jumat malam (6/2).
Dia menjelaskan pengamanan dari Polres Donggala telah diperkuat pula dengan bantuan Polda Sulteng.
Bahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Pasangkayu, Sulawesi Barat, dikarenakan adanya masyarakat dari wilayah itu yang turut bergabung.
“Saya sudah komunikasi dengan aliansi dan kelompok perusahaan, mereka sudah tarik diri agar tidak ada lagi korban lanjutan,” katanya.
Lanjut dia, sebanyak lima orang menjadi korban pasca kerusuhan itu.
Saat ini, para korban telah dirawat di rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian.
Kapolres tidak menjelaskan secara rinci latar belakang kejadian tersebut.
Tetapi dia menduga, adanya kekecewaan masyarakat kepada pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Banjir Rendam Donggala, Angin Kencang Rusak Rumah di Palu
Ratusan masyarakat dari Aliansi Desa Toviora melakukan panen paksa buah sawit, di kebun PT Lestari Tani afdeling OK di Desa Toviora, Rio Pakava, Donggala.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Antara, kerusuhan sempat terjadi antara masyarakat dan petugas keamanan perusahaan.
Petugas mengimbau agar aliansi tidak membawa buah hasil panen keluar dari kebun.
Diuntungkan dengan jumlah yang banyak, masyarakat tetap memaksakan untuk membawa enam mobil pick up buah sawit yang sudah dipanen.
Pihak perusahaan dan petugas keamanan dari Polsek Rio Pakava juga mengimbau agar masyarakat menghentikan aksi mereka.
Perdebatan yang panas antara kedua belah pihak, memicu aksi pelemparan pertama kali oleh masyarakat kepada petugas keamanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Gara-gara Asap, 1.070 Penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Gagal Terbang
-
Uang Melayang Setengah Miliar Lebih, Janji Lulus Kedokteran Unhas Ternyata Cuma Tipu-tipu
-
Mantan Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa Resmi Masuk Penjara 3 Tahun
-
Penimbunan BBM di Bulukumba Diduga Libatkan Anggota Polri
-
Bahtiar Baharuddin Bantah Cawe-cawe Proyek Bibit Nanas Rp52,4 Miliar