Jagat maya digegerkan dengan sebuah video dari seorang ibu rumah tangga bernama Kasma di Mamuju, Sulawesi Barat mengaku beras SPHP yang dimasak meledak dan memantul [SuaraSulsel.id/tangkapan layar instagram Rakyat Sulsel]
Polisi juga mengamankan sampel beras milik Kasma sebagai barang bukti untuk kepentingan klarifikasi lebih lanjut.
Kesimpulan Cek Fakta
Dari hasil pemeriksaan, klaim bahwa beras SPHP adalah beras oplosan atau beras plastik tidak benar.
Fakta yang terkonfirmasi adalah beras tersebut merupakan beras impor legal dengan karakteristik berbeda dari beras lokal.
Perbedaan inilah yang membuat tekstur nasi terasa lebih kenyal dan lebih lama basi.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah termakan isu viral di media sosial sebelum ada klarifikasi resmi.
Jika menemukan kejanggalan terkait produk pangan, langkah tepat adalah melaporkannya ke pihak berwenang untuk dicek kebenarannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
-
Rahasia Warga Sulsel Tetap Antusias Daftar Haji Meski Masa Tunggu Puluhan Tahun
-
Penantian 1 Tahun Berbuah Manis, Jurnal Al-Daulah UIN Alauddin Tembus Scopus