Jagat maya digegerkan dengan sebuah video dari seorang ibu rumah tangga bernama Kasma di Mamuju, Sulawesi Barat mengaku beras SPHP yang dimasak meledak dan memantul [SuaraSulsel.id/tangkapan layar instagram Rakyat Sulsel]
Polisi juga mengamankan sampel beras milik Kasma sebagai barang bukti untuk kepentingan klarifikasi lebih lanjut.
Kesimpulan Cek Fakta
Dari hasil pemeriksaan, klaim bahwa beras SPHP adalah beras oplosan atau beras plastik tidak benar.
Fakta yang terkonfirmasi adalah beras tersebut merupakan beras impor legal dengan karakteristik berbeda dari beras lokal.
Perbedaan inilah yang membuat tekstur nasi terasa lebih kenyal dan lebih lama basi.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah termakan isu viral di media sosial sebelum ada klarifikasi resmi.
Jika menemukan kejanggalan terkait produk pangan, langkah tepat adalah melaporkannya ke pihak berwenang untuk dicek kebenarannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Momen Idulfitri: Wali Kota Makassar Minta Wejangan Khusus JK untuk Masa Depan Kota
-
Arus Mudik 2026 di Sulsel: 11 Orang Meninggal Dunia
-
Data Gempa Terbaru Gunung Awu yang Bikin Badan Geologi Khawatir
-
Satu Juta Lahan Adat di Sulteng Terancam Industri Pertambangan dan Perkebunan
-
Gubernur Sulbar Ingatkan ASN yang Mudik Agar Kembali Tepat Waktu