Jagat maya digegerkan dengan sebuah video dari seorang ibu rumah tangga bernama Kasma di Mamuju, Sulawesi Barat mengaku beras SPHP yang dimasak meledak dan memantul [SuaraSulsel.id/tangkapan layar instagram Rakyat Sulsel]
Polisi juga mengamankan sampel beras milik Kasma sebagai barang bukti untuk kepentingan klarifikasi lebih lanjut.
Kesimpulan Cek Fakta
Dari hasil pemeriksaan, klaim bahwa beras SPHP adalah beras oplosan atau beras plastik tidak benar.
Fakta yang terkonfirmasi adalah beras tersebut merupakan beras impor legal dengan karakteristik berbeda dari beras lokal.
Perbedaan inilah yang membuat tekstur nasi terasa lebih kenyal dan lebih lama basi.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah termakan isu viral di media sosial sebelum ada klarifikasi resmi.
Jika menemukan kejanggalan terkait produk pangan, langkah tepat adalah melaporkannya ke pihak berwenang untuk dicek kebenarannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Buruh Tani dari Kabupaten Maros Jadi Ikon Ibadah Haji Dunia
-
Kejati Kembali Periksa Eks Pj Gubernur Sulsel Kasus Korupsi Nanas
-
BREAKING NEWS: Lokasi PSEL Makassar Tetap di Tamalanrea, Purbaya: Presiden Mau Cepat!
-
Polisi Terima Bukti Foto dan Rekaman Suara Dugaan Perselingkuhan Oknum Dosen dan P3K Bone
-
Tak Kuat Gaji PPPK, Bolehkah Pemda Berhentikan Pegawai? Ini Penjelasan Resmi BKN