Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 23:29 WIB
Situasi demo ricuh di Makassar pada Jumat (29/8/2025) malam. [Suara.com/Lorensia Clara]

Di tengah situasi yang mencekam, keberadaan aparat kepolisian tidak terlihat di titik-titik kerusuhan. Pengamanan kota sepenuhnya diambil alih oleh personel gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sebuah pesan singkat internal yang beredar mengonfirmasi adanya instruksi langsung dari Kepala Staf Kodam XIV/Hasanuddin.

Dalam instruksi tersebut, seluruh jajaran TNI diminta siaga di pangkalan masing-masing, memantau perkembangan situasi, dan menyiapkan pasukan untuk mengamankan objek-objek vital negara.

Kesiapan unsur pendukung seperti ambulans, rumah sakit darurat di RS Pelamonia, hingga unit penjinak bahan peledak (jihadak) juga diperintahkan untuk siaga penuh.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membenarkan langkah pengambilalihan keamanan oleh TNI.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kodam Hasanuddin untuk mencegah kericuhan semakin meluas.

"Hari ini kita berkoordinasi dengan TNI agar pengamanan dilakukan secara berlapis supaya aksi tidak melebar," ujarnya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Baca Juga: Ribuan Suporter PSM Makassar Siap Guncang Kota Parepare

Load More