Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 18:49 WIB
Aksi mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/8/2025) [Suara.com/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Gelombang protes mahasiswa di Makassar
  • Respons driver ojol dilindas rantis
  • Kibarkan bendera One Piece Simbol Perlawanan
[batas-kesimpulan]

SuaraSulsel.id - Gelombang protes terhadap kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) polisi saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis malam meluas.

Di Makassar, ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di sejumlah titik, Jumat, 29 Agustus 2025

Mereka menuntut pengusutan kasus meninggalnya Affan.

Pantauan Suara.com menunjukkan, aksi mahasiswa berlangsung di beberapa ruas jalan utama, di antaranya Jalan AP Pettarani, Jalan Urip Sumoharjo, dan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Ribuan mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Muslim Indonesia (UMI), hingga Universitas Hasanuddin (Unhas) turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas.

Di kawasan depan kampus Menara UNM, mahasiswa memblokir jalan dengan ban bekas yang kemudian dibakar di tengah jalan.

Tindakan ini membuat arus lalu lintas macet total di sekitar lokasi. Mereka juga membawa spanduk bertuliskan "Menuju Reformasi Jilid II, #PolisiPembunuh" sebagai bentuk protes keras terhadap aparat.

"Kami mengecam tindakan kepolisian atas jatuhnya korban seorang driver ojek online di Jakarta tadi malam," teriak seorang jenderal lapangan melalui pengeras suara.

Mahasiswa menegaskan bahwa polisi seharusnya berfungsi sebagai pengayom, pelayan, dan pelindung masyarakat, bukan justru menjadi ancaman bagi rakyat.

Baca Juga: Polisi Deg-degan Lihat Mahasiswa Bawa Parang Panjang, Ternyata...

"Aparat pembunuhan bukan penegak hukum," serunya, disambut sorakan massa.

Sementara di depan kampus UMI, mahasiswa melakukan aksi dengan menghentikan sebuah truk sampah.

Muatan truk kemudian dikeluarkan dan ditumpahkan ke jalan sebelum dibakar.

Aksi ini menarik perhatian pengguna jalan yang terpaksa mengalihkan rute.

Aksi serupa juga terjadi di depan kampus Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan.

Mahasiswa menutup penuh akses jalan raya dengan barisan massa. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Aparat Melindas yang Tertindas” sebagai bentuk kecaman.

Load More