"Kita tidak tahu apa ada orang lain atau tidak di lokasi. Polres nanti yang kembangkan. Termasuk barang itu didapatkan dari mana, distribusinya kemana, masih butuh waktu untuk memastikan itu," sebutnya.
Heru juga menegaskan kepada masyarakat setempat khususnya nelayan di Kabupaten Bulukumba dan Selayar untuk tidak lagi menggunakan bom ikan saat melakukan penangkapan ikan di laut.
Jika diledakkan di laut dampaknya akan sangat merusak. Menurutnya, terumbu karang yang menjadi rumah bagi ikan bisa hancur seketika.
"Benda seperti bom ikan sangat berbahaya tidak hanya bagi pengguna tetapi juga bagi lingkungan laut. Ini berarti menghancurkan masa depan perikanan kita," tegasnya.
Menurut Heru, cara-cara ilegal dalam menangkap ikan tidak hanya melanggar hukum, tapi juga merugikan generasi mendatang.
Ia berharap, kejadian di Kajang ini menjadi pelajaran bersama akan bahaya nyata dari penggunaan bahan peledak untuk aktivitas ekonomi.
"Alam seharusnya dijaga. Rezeki di laut tidak harus didapat dengan cara merusak. Kami mengajak para nelayan agar mencari ikan dengan cara yang aman dan ramah lingkungan," imbuhnya.
Sementara, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bulukumba AKBP Restu Wijayanto mengatakan saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi, termasuk kerabat dan tetangga korban.
"Dugaan sementara adalah bahan peledak yang biasa digunakan untuk mengebom ikan," ungkapnya.
Baca Juga: Amerika Jatuhkan Bom ke Iran, Ketua DPR AS: Presiden Trump Sungguh-sungguh dengan Ucapannya
Petugas juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi dan melarang warga untuk mendekat selama proses olah TKP berlangsung.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui adanya peredaran bahan peledak atau aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan bom ikan.
Atas kejadian ini, mantan Kapolrestabes Makassar itu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan alat-alat peledak atau bom ikan.
Karena ini dapat merusak ekosistem laut dan juga melanggar pidana khususnya pada undang-undang perikanan nomor 31 tahun 2024 pasal 84 tentang larangan pengeboman ikan dan ancaman pidan 6 tahun penjara.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Efek Tekanan Ekonomi, Pengguna Dexlite dan Pertamina Dex Beralih ke Solar Subsidi
-
Sulsel Provinsi Pertama Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Indonesia
-
Bayar Mahal Emosi Suporter, PSM Makassar Terancam 'Lumpuh' di Awal Musim Depan
-
Cek Fakta: Benarkah Pemprov Sulsel Habiskan Rp12 Miliar untuk Sekali Makan?
-
Mengintip Potensi Ekowisata Lakkang, Permata Tersembunyi di Tengah Kota Makassar