"Kemarin disepakati dengan pihak istana harganya Rp72.250.000," ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan Nurlina Saking menambahkan, tahun ini ada perubahan besar dalam skema penyaluran hewan kurban dari Presiden.
Jika sebelumnya hanya satu ekor sapi disalurkan untuk tiap provinsi, kini 24 kabupaten dan kota di Sulsel masing-masing akan mendapatkan jatah satu ekor sapi kurban dari Presiden.
"Tahun ini berbeda karena bantuan sapi kurban Presiden juga akan ada di kabupaten. Kalau dulu kan hanya di provinsi saja," ungkap Nurlina.
Rencana distribusi yang lebih luas ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat di seluruh penjuru Sulsel bisa merasakan langsung perhatian dari Presiden.
Koordinasi teknis untuk menjamin kesehatan hewan kurban akan dilakukan oleh Kementerian Pertanian, sementara aspek keagamaan dan keabsahan syariat kurban akan ditangani oleh Kementerian Agama.
Adapun soal lokasi penyembelihan, menurut Nurlina, juga mengalami perubahan.
Jika tahun-tahun sebelumnya sapi Presiden disembelih di Kabupaten Bone, kini akan dipindahkan ke Kota Makassar.
Seiring dengan kebijakan distribusi merata ke seluruh kabupaten/kota.
Baca Juga: 106 Koperasi Merah Putih Segera Beroperasi di Sidrap
Mengenai jenis sapi yang akan digunakan di wilayah lain, saat ini belum ada keputusan final.
Namun, Nurlina menyebut bahwa lima jenis sapi lokal yang umum dikembangkan di Sulsel tengah dipertimbangkan, yakni limousin, bali, brahman, peranakan ongole, dan simmental.
Nurlina menyebut, kriteria utama tetap pada bobot dan kondisi kesehatan sapi.
Sapi Juventus milik Syarifuddin disebut sudah memenuhi syarat-syarat tersebut.
Selain bobot yang impresif, sapi ini juga dirawat dalam kondisi steril dan mendapat pakan premium.
Kehadiran sekitar 20 petugas penjaga yang bergantian memantau kondisi sapi juga menunjukkan keseriusan dalam menjaga kualitas hewan kurban presiden Prabowo Subianto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Perempuan Berdaya, BRILink Mekaar Dorong Ekonomi Kerakyatan dari Desa
-
BRI Optimistis Miliki Ruang Cukup untuk Dorong Ekspansi Kredit secara Selektif
-
Jaga Ketahanan Pangan Nasional, DPR RI Siap 'Suntik' Dana untuk Badan Karantina Indonesia
-
Semua Siswa Ubah Kartu Keluarga Daftar SMA Sudah Terdeteksi, Disdik Sulsel: Langsung Ditolak!
-
Waspada! Pengiriman Hewan Kurban Antarpulau Melonjak, Karantina Diperketat