Setibanya di hotel, jemaah langsung diantar ke kamar, diberi makan, dan diperiksa oleh dokter kloter karena terlihat kelelahan.
Sekitar pukul 14.00 WAS, jemaah kemudian dirujuk menggunakan ambulans KKHI untuk pemeriksaan medis lanjutan.
Saat ini, jemaah P. Tamma telah kembali ke hotel dan bergabung kembali bersama rombongan Kloter 14 UPG dalam kondisi stabil dan mendapatkan pendampingan khusus dari tim kesehatan dan pembimbing ibadah.
Koordinator Media Centre Haji (MCH) Embarkasi Makassar, Mawardi Siradj, menegaskan bahwa peristiwa ini telah ditangani secara sigap dan koordinatif oleh tim kloter.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang beredar di media sosial sebelum mendapatkan klarifikasi resmi.
“Kami berharap informasi ini dapat meluruskan berbagai spekulasi yang sempat berkembang di publik. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi dan penguatan bimbingan lapangan kepada jemaah, khususnya yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci,” ujar Mawardi.
Inspeksi
Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah secara rutin melakukan inspeksi, mulai dari KKHI hingga ke berbagai perusahaan katering yang melayani jamaah dan penginapan-penginapan yang ditempati.
Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jamaah calon haji (JCH) Indonesia.
Baca Juga: Antrean Haji Tana Toraja 25 Tahun! Kuota Minim Jadi Sorotan
"Kami melakukan pemeriksaan sanitasi dan pengamanan pangan setiap hari mulai dari KKHI, di tempat katering dan penginapan jamaah. Selain itu, pengecekan kami mulai dari kebersihan dapur dan penyimpanan bahan makanan hingga sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah di KKHI, perusahaan katering, serta penginapan," kata Sanitarian KKHI Madinah, Ali Mukhrodi melalui keterangan di Jakarta.
Ali juga memaparkan pihaknya memeriksa kualitas bahan makanan yang digunakan, proses pengolahan makanan, serta penyajian makanan kepada JCH Indonesia.
Ia menekankan standar kebersihan dapur, peralatan masak, higienitas personal para pekerja katering, dan pengendalian vektor serta binatang pembawa penyakit seperti lalat dan tikus menjadi fokus utama dalam setiap inspeksi.
Ali menegaskan bahwa kesehatan jamaah adalah prioritas utama.
"Kami tidak ingin sedikit pun ada kompromi terkait kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi jamaah. Inspeksi rutin ini adalah langkah preventif untuk mencegah terjadinya keracunan makanan atau penyakit lain yang disebabkan oleh makanan yang tidak memenuhi standar," ujarnya.
Ali menjelaskan pihaknya tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik, tetapi juga memberikan edukasi dan sosialisasi kesehatan kepada pihak katering mengenai pentingnya menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Kampung Nelayan di Sulsel Ekspor Perdana Ikan Segar ke Arab Saudi
-
Waspada! Begini Rentetan Modus Jaksa Gadungan di Sulsel
-
CEK FAKTA: Benarkah Air Sinkhole di Limapuluh Kota Menyembuhkan Penyakit?
-
Begini Perkembangan Terbaru Penanganan Kasus di Morowali oleh Polda Sulteng
-
Bakamla & TNI Bersihkan Longsor Pasca-Banjir Bandang di Pulau Siau