Ia mengungkapkan, pegawai BPBD harus siaga di jam kerja dan piket 24 jam di musim cuaca ekstrem seperti sekarang ini untuk mengantisipasi terjadinya bencana.
Jika hari kerja diubah ke Bekerja Darimana Saja, maka pegawai bisa tidak "standby" saat dibutuhkan. Jadi menurutnya tidak semua pegawai bisa bekerja dengan metode seperti itu.
"Jadi menurutku tidak bisa disamaratakan penerapannya. Mungkin di OPD lain yang (tugas) bukan di lapangan itu bisa," ujarnya.
MD mengatakan beban kerja saat tidak masuk kantor juga terasa lebih berat, sebab koordinasi dengan atasan ataupun sesama pegawai tidak bisa dilakukan secara langsung.
"Bisa miss komunikasi, tidak nyambung. Mungkin selama bulan puasa bisa saja (diterapkan) tapi setelah itu susah bagi pegawai lapangan," ucapnya.
Walaupun sekarang ini pemprov Sulsel telah menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang memungkinkan ASN bekerja tanpa batas ruang dan fleksibel menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang ada, namun WFA dianggap bisa saja tidak efektif. Salah satu sektor yang bisa terdampak seperti perizinan yang molor.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diperiksa Kasus Dugaan Kekerasan Anak, Oknum TNI AD di Kendari Kabur Saat Diinterogasi
-
Dukung Makan Bergizi Gratis, Unhas Siap Jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur
-
Makassar Bakal Kehabisan Tempat Pemakaman di 2028, Apa Langkah Pemkot?
-
Teror Kejahatan di Kota Makassar Kian Marak, Apa Pemicunya?
-
Unhas Kampus Pertama Kelola MBG, Rektor: Ini Laboratorium Nyata Bagi Kami