SuaraSulsel.id - Penyidik Kepolisian Polres Pelabuhan Makassar menetapkan dua orang tersangka atas kasus penyekapan disertai penyiksaan terhadap dua anak korban dengan menyiramkan air panas di salah satu penginapan Jalan Flores, Kecamatan Wajo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 6 Februari 2025 .
"Kami sudah lakukan gelar perkara, hasilnya terduga pelaku ada empat orang, dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ini hasil gelar perkara dengan Polda Sulsel," kata Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Restu Wijayanto, Senin 10 Februari 2025.
Dua tersangka tersebut merupakan pasangan suami istri, bapak kandungnya berinisial AY (37) dan ibu tirinya inisial NI (28).
Kedua pelaku diduga kuat melakukan penyiksaan kepada kedua anaknya saat berada di wisma tersebut.
Kedua tersangka ini dikenakan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara selama 5 tahun. Sedangkan dua terduga pelaku lainnya diketahui kakak kandungnya berinisial S (15) dan G (16) diduga turut melakukan penganiayaan karena di bawah tekanan oleh orang tuanya.
Keduanya terduga ini juga akan diproses, namun tetap mendapat pendampingan dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPA) Makassar untuk kelanjutan proses lebih lanjut. Dan pihak UPT PPA siap menitip anak yang jadi korban dari kejadian itu.
"Ada dua anak berkonflik dengan hukum. (Perannya), menyuruh melakukan, membiarkan terjadinya kekerasan, juga mereka melakukan kekerasan secara langsung. Ibunya melakukan pemukulan, penyiraman. Orang tuanya ini juga melakukan penganiayaan langsung, menyiramkan air panas (tubuh anak korban)," katanya .
Sejauh ini, kondisi korban yang dirawat di Rumah Sakit Bayangkara usai kejadian telah menunjukkan perkembangan dan kondisi dua anak korban berangsur-angsur pulih. Meski demikian, kondisi salah satu anak korban mengalami kekurangan gizi.
"Hari minggu kemarin saya cek, alhamdulilah ada peningkatan signifikan. Jadi, kesehatan mereka sudah mulai membaik, kemudian yang diutamakan adalah kondisi kurang gizinya, karena yang satu gizi buruk, yang satunya gizi sedang," papar kapolres.
Baca Juga: Jasa Penggalian Kuburan di Makassar Gratis atau Berbayar? Ini Penjelasan Dinas Lingkungan Hidup
Restu bilang, dari dokter rumah sakit menyampaikan fokus utamanya adalah meningkatkan gizinya dulu, dari gizi buruk dan gizi sedang menjadi cukup gizi. Setelah itu, 7-10 hari ke depan akan dicoba tingkatkan berat badannya. Itu untuk masalah kesehatannya.
"Kemudian untuk psikologisnya, kita masih terus dampingi, sudah bagus, sudah bisa berinteraaksi dengan baik bahkan sudah mulai bermain. Yang adiknya (gizi buruk), kakaknya gizi sedang," katanya lagi.
Mengenai kondisi luka melepuh pada tubuh kedua anak korban yang disiram air panas oleh orang tuanya, kata dia, sudah mulai mengering. Telihat sudah mulai muncul kulit baru dan tumbuh kembali di badan anak korban.
"Melepuhnya sudah mulai mengering, sudah dibersihkan dan sudah mulai tumbuh kulit baru, merah-merah, berarti sudah hilang kulit mati dan kulit baru sudah mulai tumbuh. Jadi, sudah melapis, cepat sekali penyembuhannya" papar Restu menjelaskan.
Sebelumnya, kedua anak korban inisial SF (9) dan IS (8) mengalami tindak kekerasan diduga oleh orang tua dan kakaknya. Mereka tega menyiksa keduanya anak korban dan menyekapnya dalam kamar mandi, bahkan menyiramkan air panas ke tubuh mereka mengakibatkan luka bakar.
Dari pemeriksaan dokter Rumah Sakit Bayangkara, korban IS mengalami luka bakar mencapai 58 persen, sedangkan kakaknya SF mengalami luka bakar 5 persen. Kedua anak korban ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Ayah Asyik Nonton Piala Dunia, Anak Tewas Terjebak Kebakaran
-
Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Lawan Kejati: Kenapa Saya, Bukan Kepala Dinas?
-
Jeratan Rentenir di Tengah Krisis Iklim: Nasib Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
-
Viral Dentuman Musik Saat Disdik Sulsel Digeledah, Kepsek SMAN 25 Makassar Minta Maaf
-
Tambang Ilegal 'Gila-gilaan' di Sulsel: 70 Persen Galian C Diduga Tak Berizin