SuaraSulsel.id - Muhammad Arfah Yusuf tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya saat mendatangi kantor Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Rabu, 5 Februari 2025.
Ketua OSIS SMAN 17 Makassar itu bersama ratusan siswa lainnya tak bisa daftar Seleksi Nasional Berdasar Prestasi (SNBP) akibat keteledoran sekolahnya.
Pihak sekolah gagal menyelesaikan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) hingga 31 Januari 2025 sebagai syarat mendaftar SNBP.
Padahal Arfah adalah salah satu siswa berprestasi di sekolah bergengsi itu. Jabatannya sebagai Ketua Osis juga jadi nilai tambah.
"Bukan main dua setengah tahun ini kita betul-betul belajar sampai larut malam kalau mau ulangan," ujarnya dengan nada ketir.
Ia merasa ini tak adil karena usahanya belajar tak sebanding dengan upaya yang dilakukan pihak sekolah.
"Hanya karena tidak klik nilai dan segala macam itu rasanya tidak adil bagi kami. Makanya kita berusaha cari cara bagaimana solusinya karena yang terjadi ini sudah kami usahakan 2,5 tahun sebelumnya," ucapnya.
SNBP adalah penghargaan bagi siswa-siswi berprestasi untuk masuk ke PTN terbaik. Ini jadi prestise tersendiri bagi Arfah dan siswa lainnya.
SNBP juga menjadi jalur masuk PTN bagi peserta dari keluarga ekonomi tidak mampu. Pembebasan biaya daftar menjadi keuntungan pertama yang akan dirasakan oleh mereka yang lulus melalui jalur tersebut.
Baca Juga: BPN Cabut 50 Sertifikat Laut, DPR Curiga Ada Bekingan di Kasus Makassar
Biaya kuliah pun biasanya lebih terjangkau karena sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah.
"Segala tanggung jawab sudah diberikan kepada sekolah, namun dampaknya siswa yang rasakan. Terus terang ini tidak adil," keluhnya.
Arfah berharap ada jalan lain yang ditempuh Dinas Pendidikan untuk memfasilitasi mereka.
Dari informasi yang dihimpun, Kementerian Riset dan Teknologi memblok server untuk sekolah yang tidak memberikan informasi valid soal prestasi siswa. Salah satunya adalah SMAN 17 Makassar.
Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman mengatakan, pihaknya masih berupaya berkomunikasi dengan Kemenristek. Surat permohonan perpanjangan pendataan siswa eligible sudah dikirim ke lembaga tersebut pada Rabu, 5 Februari 2025.
"Kami bermohon ke Kepala Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan agar dapat membuka akses PDSS untuk menyelesaikan proses finalisasi pengisian satuan pendidikan untuk keperluan SNBP 2025," kata Jufri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045