SuaraSulsel.id - Peresmian Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan di Kota Makassar disambut positif Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh.
"Mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri Kesehatan dan Pemerintah Pusat pada umumnya atas dibangunnya Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan di Makassar ini," kata Prof Zudan.
Sementara, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, rumah sakit yang diresmikan Presiden Jokowi ini merupakan super hub untuk penyakit kanker, stroke, dan jantung.
Rumah sakit ini untuk menampung pasien-pasien dari daerah Maluku, Papua dan Kalimantan.
Harapannya, pasien dari tiga pulau besar lainnya tersebut, yang membutuhkan perawatan dan peralatan lebih canggih, serta dokter spesialis berkualitas dan terlatih, dapat dilakukan di rumah sakit ini, sehingga tidak perlu lagi didorong ke Jawa ataupun ke Jakarta.
Rumah Sakit ini dikerjakan sejak tahun 2022 dengan anggaran pemerintah.
"Mohon doa restunya, semoga fasilitas ini bisa mendekatkan layanan masyarakat. Khususnya di Makassar, Sulawesi Selatan," pungkasnya.
Presiden Joko Widodo meresmikan Gedung Rumah Sakit Kemenkes Makassar, Jumat, 6 September 2024. Hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan modern di Indonesia, khususnya di Kawasan Indonesia Tengah dan Timur.
Dalam acara peresmian yang berlangsung di Kawasan Center Point of Indonesia, Presiden Jokowi menekankan pentingnya pembangunan fasilitas kesehatan yang memadai untuk masyarakat.
Baca Juga: Rp180 Triliun Hilang, Jokowi Resmikan Rumah Sakit Termegah di Makassar
Gedung rumah sakit yang terdiri dari empat tower, 12 lantai, dan 920 tempat tidur ini menjadi salah satu rumah sakit terbesar milik Kemenkes, dengan fasilitas yang bersih dan modern.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi juga menyoroti pentingnya mengurangi pengeluaran devisa negara akibat warga yang berobat ke luar negeri, dengan membangun rumah sakit sesuai standar internasional di dalam negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
-
Pengusaha Marsela Zelyanti Laporkan 3 Akun Medsos dan 2 Media Online ke Polda Sulsel
-
Makassar Sudah Banjir! Cek Daftar 17 Daerah Terancam Bencana Hidrometeorologi Ekstrem di Sulsel
-
Mengerikan! Bripda Dirja Pratama Tewas Dianiaya Usai Salat Subuh
-
12 Fakta Kematian Bripda Dirja Pratama